ADVERTISEMENT

Aneh Kalau Benzema Sampai Gagal Menang Ballon d'Or 2022

Adhi Prasetya - Sepakbola
Minggu, 29 Mei 2022 20:40 WIB
Karim Benzema of Real Madrid during the UEFA Champions League final match between Liverpool FC and Real Madrid at Stade de France on May 28, 2022 in Paris, France. (Photo by Jose Breton/Pics Action/NurPhoto via Getty Images)
Benzema mencetak 44 gol dan meraih tiga trofi bersama Madrid musim ini. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jakarta -

Karim Benzema menjadi salah satu bintang utama keberhasilan Real Madrid meraih tiga trofi musim ini, termasuk di Liga Champions. Penyerang asal Prancis itu diyakini tak punya saingan untuk meraih trofi Ballon d'Or musim ini.

Benzema menjadi favorit untuk meraih Ballon d'Or 2022, terutama melihat penampilannya di musim ini. Ia membawa Madrid memenangi LaLiga, Liga Champions, serta Piala Super Spanyol. Di tiga ajang tersebut, ia juga berhasil menjadi top scorer.

Total, Benzema mencetak 44 gol dan 12 assist di seluruh kompetisi. Torehan kolektif dan individu yang diraih Benzema menjadi keunggulan baginya untuk memenangi Ballon d'Or pertama dalam kariernya.

Mantan pemain Manchester United yang kini menjadi pundit, Rio Ferdinand menilai Ballon d'Or menjadi milik Benzema adalah sebuah hal mutlak. Ia bakal terheran-heran kalau yan terjadi adalah sebaliknya.

"Argumen mengenai Ballon d'Or sudah usai. Jika bukan Benzema yang menang, maka itu akan menjadi sebuah parodi," ujar Ferdinand kepada BT Sport.

Sebetulnya mulai tahun ini, ajang yang digelar France Football itu mengubah sejumlah kriteria penilaian untuk menentukan pemain terbaik. Pertama, penilaian dihitung dari Agustus 2021 hingga Juli 2022, atau satu musim penuh.

Kedua, voting akan difokuskan pada prestasi individu pemain, bukan lagi kolektif secara tim. Itu artinya jumlah gol, assist, atau penyelamatan seorang kiper juga sangat menentukan. Selain itu, ada aspek fair play yang diikutsertakan.

Ketiga, France Football juga akan memangkas jumlah voter. Untuk jurnalis, yang diikutsertakan hanya yang berasal dari 100 besar peringkat negara FIFA saja untuk kategori putra dan 50 besar dunia untuk kategori putri.

Melihat cara penilaian yang baru, Robert Lewandowski (Bayern Munich) juga punya peluang, meski hanya memenangi Liga Jerman musim ini. Ia menuntaskan musim ini dengan torehan 50 gol dalam 46 laga.

Selain itu, striker Polandia itu juga kembali menjadi top scorer Bundesliga untuk kelima kalinya secara beruntun dengan torehan 35 gol, serta meraih sepatu emas Eropa kedua dalam kariernya secara berturut-turut.

Tak cuma pemain depan, Thibaut Courtois juga punya kans serupa. Kiper Belgia itu juga menjadi aktor penting Madrid dalam meraih LaLiga dan Liga Champions musim ini. Khusus di ajang terakhir, ia mampu membuat 59 saves dalam 13 penampilan.

(adp/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT