ADVERTISEMENT

Trent Alexander-Arnold Salah, Liverpool Kalah? Henry Membela

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Senin, 30 Mei 2022 10:00 WIB
Real Madrids Brazilian forward Vinicius Junior (L) scores the opening goal next to Liverpools English defender Trent Alexander-Arnold (R) during the UEFA Champions League final football match between Liverpool and Real Madrid at the Stade de France in Saint-Denis, north of Paris, on May 28, 2022. (Photo by JAVIER SORIANO / AFP) (Photo by JAVIER SORIANO/AFP via Getty Images)
Vinicius Junior mencetak gol memanfaatkan kelengahan Trent Alexander-Arnold. (Foto: AFP via Getty Images/JAVIER SORIANO)
Jakarta -

Trent Alexander-Arnold dianggap bersalah atas kekalahan Liverpool dari Real Madrid di final Liga Champions. Bek kanan 'Si Merah' itu mendapatkan pembelaan.

Alexander-Arnold dinilai bersalah karena gagal mengantisipasi pergerakan Vinicius Junior, dalam final Liga Champions, Minggu (29/5/2022) dini hari WIB kemarin. Vinicius pun menuntaskan umpan Federico Valverde ke gawang, memenangkan Real Madrid 1-0 atas Liverpool.

Bek kanan 23 tahun itu membiarkan Vinicius leluasa menyambar bola umpan silang. Tapi posisi dan situasinya dibela oleh mantan pemain Arsenal dan Barcelona, Thierry Henry.

Menurut Henry, Alexander-Arnold menghadapi situasi yang tak enak karena harus mempertimbangkan area tengah juga. Selain itu, yang semestinya disoroti adalah bagaimana Liverpool kehilangan bola dan membiarkan Madrid melakukan serangan tersebut.

"Itu posisi yang canggung, yang harus dihadapinya untuk mengantisipasi umpan silang itu. Tapi overlap dari lawan menyulitkannya, dari Carvajal dan Valverde memindahkan bola melewati kotak penalti, sangat sulit buat Trent Alexander-Arnold mengantisipasinya," ungkap Thierry Henry kepada CBS Sports, dilansir Liverpool Echo.

"Saya rasa dia bahkan tidak melihat di mana Vinicius berada pada awalnya. Dia tahu Benzema tidak ada di depannya. Dia melihat Benzema berhenti, jadi dia berhenti di garis pertahanannya."

"Tapi masih ada orang di belakangnya, buat saya itu sangat sulit untuk diantisipasi Trent Alexander-Arnold. Ingat juga, Liverpool kehilangan bola. Dia bergerak dengan agak lebih banyak memikirkan soal Benzema dan dia tak pernah berpikir soal pemain sayap," imbuh pemenang Liga Champions 2008/2009 ini.

(raw/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT