Fans Liverpool dan Madrid Dirugikan, UEFA Minta Maaf

ADVERTISEMENT

Fans Liverpool dan Madrid Dirugikan, UEFA Minta Maaf

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Sabtu, 04 Jun 2022 06:00 WIB
Liverpool supporters during the UEFA Champions League final match between Liverpool FC and Real Madrid at Stade de France on May 28, 2022 in Paris, France. (Photo by Jose Breton/Pics Action/NurPhoto via Getty Images)
UEFA meminta maaf kepada fans Liverpool dan Real Madrid atas kerusuhan di Final LIga Champions (NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Nyon -

UEFA meminta maaf atas kejadian tak mengenakkan yang menimpa fans Liverpool dan Real Madrid di final Liga Champions. UEFA berjanji akan menyelidikinya.

Final yang dihelat di Stade de France, Minggu (29/5/2022) dinihari WIB, menyisakan cerita menyedihkan untuk fans Liverpool. Sudah timnya kalah 0-1 dan gagal jadi juara, mereka pun mendapat perlakuan semena-mena.

Fans Liverpool dituding banyak yang memiliki tiket palsu oleh UEFA dan Pemerintah Prancis. Alhasil mereka dilarang masuk dan membuat kericuhan terjadi dengan pihak kepolisian.

Laga kena imbasnya sehingga harus kickoff harus dimundurkan 35 menit dari jadwal semula. Dari video-video yang beredar memang menyudutkan fans Liverpool sebagai biang kerusuhan.

Pemerintah Prancis bahkan terang-terangan mengutuk aksi memalukan Liverpudlian itu, yang mengundang kemarahan klub dan pemerintah Inggris. Mereka mengklaim bahwa panitia pertandingan tidak siap.

Namun, keluhan serupa datang dari Real Madrid yang disebut pemerintah Prancis bertindak lebih sopan dan tidak menimbulkan keributan. Menurut Madrid, UEFA dan pihak panitia tidak becus dalam menggelar pertandingan.

Setelah Madrid mengeluarkan pernyataan tersebut, Kamis (2/7) malam waktu setempat, UEFA langsung memberikan permintaan maaf sekaligus janji untuk mengusut tuntas masalah ini, demi membersihkan nama suporter.

"UEFA ingin mengucapkan maaf kepada seluruh penonton yang merasakan atau melihat kejadian yang bikin takut sekaligus stress sebelum final Liga Champions di Stade de France 28 Mei 2022 di Paris, yang mana seharusnya itu menjadi perayaan sepakbola Eropa," ujar pernyataan resmi UEFA.

"Seharusnya tidak ada fans sepakbola yang merasakan itu, dan ini tidak boleh terjadi lagi."

"Tak lama setelah itu, UEFA membentuk Komite Independen untuk menyelidiki kejadian dan menuntut tanggung jawab dari pihak penyelenggara final. Dari hasil penyelidikan itu, UEFA akan menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran agar tidak terjadi lagi ke depannya."

"Komite Independen akan melihat secara seksama gambaran kejadian sebenarnya."

(mrp/yna)

ADVERTISEMENT