ADVERTISEMENT

Istri Thiago Alcantara Ceritakan Momen Horor di Final Liga Champions

Yanu Arifin - Sepakbola
Senin, 30 Mei 2022 16:30 WIB
PARIS, FRANCE - MAY 28: Liverpool fans react as they queue outside the stadium prior to the UEFA Champions League final match between Liverpool FC and Real Madrid at Stade de France on May 28, 2022 in Paris, France. (Photo by Matthias Hangst/Getty Images)
Suasana di luar stadion jelang final Liga Champions akhir pekan lalu. (Foto: Matthias Hangst/Getty Images)
Liverpool -

Final Liga Champions yang mempertemukan Liverpool vs Real Madrid banyak disorot. Istri Thiago Alcantara bercerita, banyak momen horor di luar stadion.

Final Liga Champions 2021/2022 antara Liverpool vs Real Madrid digelar di Stade de France, Paris, Prancis, Minggu (29/5/2022) dini hari WIB. Pihak penyelenggara disorot karena kekacauan yang terjadi.

Di luar arena, antrean penonton Liverpool sempat terjadi. Selain karena lamanya pengecekan tiket, UEFA sempat menyebut banyak fans The Reds yang memegang tiket palsu sehingga dilarang masuk ke stadion.

Akibatnya, keributan sempat terjadi antara suporter Liverpool vs kepolisian. Laga di dalam stadion juga terimbas, setelah kick off dimundurkan 35 menit lebih lambat dari jadwal semula.

Momen tak mengenakkan itu rupanya kian mencekam, setelah Julia Vigas, istri Thiago Alcantara, menceritakan bagaimana dirinya kesulitan saat masuk dan keluar stadion. Bahkan, ada yang berusaha merampoknya di tengah kekacauan itu.

Lewat unggahan di Instagramnya, Vigas menceritakan bagaimana ia mendapat serangan sebelum masuk ke stadion. Pasangan gelandang Liverpool itu juga mengaku harus dikawal polisi untuk meninggalkan stadion.

"Saya tidak suka mengomentari hal-hal ini, tetapi kali ini saya perlu mengekspresikan diri. Final kemarin adalah mimpi buruk, dan ini bukan tentang sepakbola, ini jauh melampaui hasil," tulisnya.

"Karena kurangnya organisasi dan keamanan, ada begitu banyak momen menakutkan. Saya terus-menerus diancam gerombolan perampok, yang mencoba menyerang kami dan menyelinap ke stadion tanpa tiket."

"Untuk itu, banyak suporter yang merangsek masuk sehingga memicu pergerakan massa. Polisi melemparkan gas air mata ke keluarga dan suporter, dan ada juga yang dipukul. Semuanya orang tak bersalah. Karena semua masalah ini, kami harus meninggalkan stadion dengan pengawalan demi keselamatan. Sesuatu harus dilakukan, hal-hal semacam ini tidak boleh terjadi dan kami meminta tanggung jawab. Itu bisa saja jauh lebih buruk."

Liverpool, yang kemudian kalah 0-1 dari Real Madrid, sudah mengecam aksi yang menimpa suporternya. Raksasa Liga Inggris itu meminta penyelidikan dari UEFA.

(yna/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT