Sekelompok Fans Liverpool Desak Menteri Prancis Mundur!

Yanu Arifin - Sepakbola
Rabu, 22 Jun 2022 12:00 WIB
PARIS, FRANCE - MAY 28: Police spray tear gas at Liverpool fans outside the stadium as they queue prior to the UEFA Champions League final match between Liverpool FC and Real Madrid at Stade de France on May 28, 2022 in Paris, France. (Photo by Matthias Hangst/Getty Images)
Keributan fans Liverpool dengan polisi di final Liga Champions. (Foto: Matthias Hangst/Getty Images)
Liverpool -

Insiden di final Liga Champions membuat sekelompok fans Liverpool geram. Liverpudlian mendesak agar Menteri Prancis mundur dari jabatannya.

Final Liga Champions 2021/2022, yang mempertemukan Liverpool vs Real Madrid, berlangsung ricuh di luar Stade de France, 29 Mei lalu. Kepolisian setempat sempat memukul mundur fans Liverpool.

Dengan alasan banyak yang memegang tiket palsu, fans Liverpool, yang berusaha masuk ke stadion, dipukul mundur kepolisian. Petugas menyemproti gas air mata dan merica kepada pendukung tim asal Inggris tersebut.

Salah satu yang menjadi korban adalah Ted Morris, ketua fans penyandang disabilitas Liverpool. Ia sampai dibantu meninggalkan gerbang, dengan digotong kursi rodanya, saat kepolisian menyemprotkan gas air mata.

Peristiwa itu membuat Morris geram bukan main. Fans Liverpool itu kemudian mendesak Menteri Prancis, Gerald Darmanin, mundur dari jabatannya.

"Dengan istri saya, kami mencintai Prancis dan Paris. Tetapi Anda, Tuan Darmanin, Anda berbohong dan saya meminta Anda untuk menarik tuduhan Anda. Dan jika Anda memiliki kesopanan untuk melakukannya, saya harap Anda memiliki kesopanan untuk mengundurkan diri," katanya, seperti dilansir Independent.

Darmanin sebelumnya menuding fans Liverpool biang kerok kerusuhan di Paris. Belakangan, Kepolisian Prancis meluruskan hal tersebut dan menyatakan bertanggung jawab atas kerusuhan yang terjadi. UEFA, selaku penyelenggara turnamen, juga meminta maaf meminta maaf kepada kedua tim.

Salah satu yang bkin Morris geram adalah perlakuan aparat kepada fans Liverpool, termasuk penyandang disabilitas. Ia menilai petugas memperlakukan mereka bak binatang.
"Suporter penyandang disabilitas tiba di Paris untuk melihat festival sepakbola. Mereka berada di tengah-tengah karnaval kengerian itu, dan itu akan meninggalkan luka mental jangka panjang bagi mereka," katanya.

"Mereka memperlakukan pendukung penyandang disabilitas seperti binatang. Perlakuan yang mereka terima akan menjadi aib abadi bagi semua otoritas yang ada di sana untuk melindungi kami. Itu benar-benar melalaikan tugas mereka," kecam Morris.

Liverpool sendiri kalah 0-1 di final Liga Champions. Itu menjadi kekalahan kedua Si Merah dari Los Blancos, setelah pada musim 2017/2018 juga kalah di Cardiff.

(yna/mrp)