Keringnya Talenta Manajer Inggris

Keringnya Talenta Manajer Inggris

- Sepakbola
Senin, 13 Feb 2006 09:37 WIB
Keringnya Talenta Manajer Inggris
London - Inggris boleh saja menyatakan diri sebagai asal sepakbola. Tetapi kenyataannya mereka sekarang mempunyai manajer sepakbola asal Swedia dan kesulitan mencari pengganti asli Inggris.Persoalannya sederhana, tidak banyak memang atau bahkan tidak ada manajer Inggris yang berkiprah di tingkat elit liga Eropa. Atau tidak usah jauh-jauh, di kandang mereka sendiri saja, liga utama Inggris, mereka tidak bisa bersinar.Lima besar liga utama Inggris diduduki oleh klub dengan manajer asing. Jose Mourinho (Portugal) di Chelsea, Alex Ferguson (Skotlandia) di Manchester United, Rafael Benitez (Spanyol) di Liverpool, Martin Jol (Belanda) di Totenham, Arsene Wenger (Prancis) di Arsenal.Baru sesudah itu di papan tengah ke bawah muncul nama-nama Inggris seperti Sam Allardyce, Paul Jewell, Stuart Pearce, Alan Curbishley, Alan Pardew, Steve McLaren, Bryan Robson dll.Situasi seperti ini memusingkan Asosiasi sepakbola Inggris, FA, untuk menjatuhkan pilihan pengganti Sven Goran Eriksson usai Piala Dunia 2006 nanti. Terlalu banyak yang harus dipertimbangkan oleh FA. Mereka harus mempertimbangkan gengsi Inggris sebagai negara besar bola. Memilih Sven Goran Eriksson lima tahun lalu bagi banyak kalangan bola Inggris merupakan coreng yang memalukan. Karenanya preferensi untuk kembali ke manajer lokal adalah pertimbangan yang sangat serius.Status Inggris sebagai negara besar sepakbola juga merupakan bumerang. Harapan penggemar bola Inggris selalu terlalu tinggi. Menjadi juara di setiap turnamen yang mereka ikuti merupakan sebuah tuntutan setiap kali tim mereka berangkat. Padahal kalau mau jujur, Inggris baru sekali saja menjadi juara sepakbola di tingkat bergengsi, Piala Dunia 1966. Sudah 40 tahun lewat.Tetapi dengan stok manajer yang ada, keinginan untuk memenuhi harapan publik Inggris memenangkan sebuah turnamen internasional dengan manajer Inggris sangat tipis. Setidaknya di atas kertas.Yang membikin tugas FA semakin berat adalah kenyataan adalah pengakuan publik penggemar bola dunia, termasuk manajer-manajer top dunia, bahwa Inggris mempunyai squad tim yang sangat bagus dan hanya bisa ditandingi oleh Brasil. Bakat lapis kedua tim Inggris juga sangat menjanjikan.Piala Dunia 2006 ini masih menjadi beban Sven Goran Eriksson, tetapi bagaimana sesudahnya? Sebuah tantangan yang menggiurkan sekaligus beracun. Apapun hasilnya, kecuali menjadi juara, adalah kesalahan manajer bukan pemain.FA sebenarnya dengan cerdik sebenarnya telah memainkan kartu Inggris Raya (Great Britain). Maksudnya, pilihan manajer mereka tidak harus asli Inggris, tetapi bisa dari Inggris Raya. Bisa dari Inggris, Skotlandia, Wales atau Irlandia Utara. Pilihan bisa menjadi lebih luas.FA beralasan Inggris Raya akan bisa menjiwai gaya permainan dan semangat Inggris yang dikatakan khas, seperti layaknya manajer asli Inggris. Reaksi publik Inggris? Kecuali asli Inggris (England), mau Inggris Raya, mau Eropa, mau Amerika Latin, semuanya sama: asing, kata mereka. "Kami mau juara, kami mau Inggris asli." Sederhana. Tapi, ya ampun susahnya.Foto: Stuart Pearce (kiri atas), Steve McLaren (kanan atas), Sam Allardyce (kiri bawah), (Bryan Robson).====*)Penulis adalah wartawan detikcom di London, pemerhati sepakbola khususnya Liga Inggris.**) Redaksi menerima sumbangan tulisan bersifat opini dari pembaca yang bisa dikirim melalui imel ke redaksi@detiksport.com. Sertakan keterangan singkat biodata anda, dan kalau ada sisipkan foto. Redaksi berhak mengedit setiap naskah yang masuk dan akan dipublikasikan. (lom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads