Sponsor Bantah Bikin Klub Tenis Meja Top Bubar

Sponsor Bantah Bikin Klub Tenis Meja Top Bubar

- Sport
Jumat, 17 Okt 2008 02:25 WIB
Kediri - Tutupnya Persatuan Tenis Meja (PTM) Surya karena tidak adanya pendanaan dari sponsor, dalam hal ini Gudang Garam, dibantah oleh manajemen PT.Gudang Garam, Tbk. Pihak sponsor menilai tutupnya klub tenis meja terbesar di Indonesia tersebut merupakan keputusan interen klub.

Hal ini seperti disampaikan Slamet Boediono, selaku Wakil Direktur Bidang SDM dan Layanan Umum PT.Gudang Garam, Tbk saat ditemui detiksurabaya.com, seusai mengadakan rapat di Balaikota Kediri, Kamis (16/10/2008).

"PTM Surya tutup itu karena keputusan interen klub. Sekali lagi saya tegaskan, penutupan itu bukan lantaran tidak adanya pendanaan dari sponsor, dalam hal ini Gudang Garam," ujar Slamet tegas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Slamet menambahkan, pengurus interen PTM Surya memiliki hak sepenuhnya untuk melakukan penutupan diri dari seluruh aktivitas latihan dan pembinaan atlet. Alasannya mereka telah memiliki badan hukum tersendiri yang terlepas dari manajemen PT.Gudang Garam, Tbk.

"Mereka memiliki kemampuan untuk hal tersebut, karena badan hukumnya terlepas dari Gudang Garam," imbuh Slamet.

Meski demikian, ketika ditanya mengenai kebenaran tidak adanya pendanaan dari PT.Gudang Garam, Tbk sehingga mengakibatkan PTM Surya tutup, Slamet enggan memberikan jawaban pasti. Dia mempersilakan detiksurabaya.com mengonfirmasikan hal tersebut kepada pengurus PTM Surya.

"Untuk hal itu silahkan tanya langsung kepada beliau (Diana Wuisan selaku Ketua Pelaksana Harian PTM Surya). Kami tidak memiliki kompetensi untuk bisa menjawab hal tersebut," ujar Slamet sambil bergegas masuk ke dalam mobil untuk meninggalkan lokasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, PTM Surya sebagai klub tenis meja terbesar di Indonesia resmi tutup. Hal itu diduga kuat karena manajemen PT.Gudang Garam.Tbk sebagai pemilik sekaligus donatur tak lagi memberikan dana operasional.

Akibat penutupan tersebut, 80 atlet dari berbagai kelas, mulai dari kadet hingga senior, yang sebagian di antaranya atlet nasional menjadi terlantar. Untuk bisa menyambung karir sebagai atlet tenis meja, saat ini mereka menunggu adanya tawaran bergabung ke klub lain.
(krs/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads