M Rahman bertutur saat ia akan melawat ke Thailand untuk bertanding melawan Kwanthai Sithmorseng, ia kekuranga dukungan dan praktis menyiapkan semuanya sendiri.
"Unek-unek saya, kemarin waktu pertandingan di Thailand, saya kurang dukungan. Dari Blitar saya berangkat ke Thailand dengan rekan kerja saya ditambah dua orang dari Jakarta, jadi cuma empat orang," kata M Rahman saat bicara di hadapan Presiden SBY di halaman tengah Istana Presiden, Jakarta, Rabu (27/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahman menceritakan, meski cuma dengan empat orang saja, semangatnya untuk menjadi juara tidak pupus, meski di ronde dua dan empat dia harus jatuh tersungkur akibat jotosan lawan.
"Saya sempat jatuh di ronde 2, tapi motivasi demi bangsa dan negara dan Garuda di dadaku," cerita Rahman yang memiliki postur tubuh kecil ini.
"Ronde ke 4 saya terjatuh kena hook kiri. Tapi saya punya motivasi tinggi di ronde 9 saya menjatuhkan lawan di ronde ke 9, dia bangun lagi. Saya membombardir dan tidak memberi kesempatan sehingga sampai hitungan ke 10 dia tidak bisa bangun lagi," cerita Rahman dengan penuh semangat.
Mendengar curhatan Rahman, SBY berjanji lebih memperhatikan lagi para atlet, khususnya atlet tinju nasional, dan berharap pihak-pihak terkait untuk memberikan dukungan untuk perkembangan tinju di Tanah Air.
"Promotor dan pembina agar terus melakukan pembinaan. Saya senang dan terharu bahwa petinju-petinju ini ingat teman-temannya yang lain. Mereka tidak egois. Teman-teman seprofesi butuh bimbingan dan latihan," kata SBY saat memberikan sambutan.
Mendengar kisah Chris John dan M Rahman, SBY menggarisbawahi, ternyata usia tidak menghalangi orang untuk berprestasi.
"Kalau semangatnya tinggi, usia tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk berprestasi," imbuh SBY.
"Kita tidak boleh mendikotomikan berdasarkan usia, ah dia anak muda, ah dia sudah tua. Semua bisa berprestasi dan bisa berbuat untuk negaranya dan lingkungannya," kata Presiden.
Di akhir sambutan, SBY berpesan, bagi anak muda yang selama ini suka tawuran atau urak-urakan, akan lebih baik jika bakatnya disalurkan ke jalan yang benar, seperti menjadi seorang atlet tinju.
"Bagi putra putri bangsa yang suka berkelahi masuklah ke tinju dan bela diri. Daripada tawuran, kampung ke kampung tidak bagus," kata SBY disambut tawa hadirin.
"Ada aturannya, tentu tidak tusuk sana sini, main belakang. Agar semuanya bisa disalurkannya di situ," tutup SBY.
(anw/arp)











































