Berkenbosch, Pembalap Sepeda Bertitel Doktor Matematika

Speedy Tour d\'Indonesia 2011

Berkenbosch, Pembalap Sepeda Bertitel Doktor Matematika

- Sport
Kamis, 13 Okt 2011 11:50 WIB
Berkenbosch, Pembalap Sepeda Bertitel Doktor Matematika
Denpasar - Sudah sekitar satu dekade Maint Berkenbosch menekuni kariernya sebagai atlet balap sepeda. Tapi di balik ketangkasannya mengayuh sadel, pria Belanda itu juga berpredikat doktor dan programmer.

Maint menceritakan sepenggal kehidupannya di sela-sela keikutsertaannya di Speedy Tour d'Indonesia 2011, di mana ia bergabung dengan Global Cycling Team. Hanya saja ia absen di tiga etape terakhir dan finis di posisi lima klasemen umum.

Maint yang kelahiran Oldeberkoop, sebuah kota kecil di Belanda, ternyata punya latar belakang pendidikan yang terbilang luar biasa untuk seorang olahragawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria kelahiran 17 April 1977 itu sudah bergelar doktor Matematika lulusan Rijksuniversiteit Groningen sejak 2004. Selain itu ia juga berprofesi sebagai seorang software developer di perusahaan MasterMaint-IT dan Wolters & de Maar

Berikut adalah petikan wawancara dengan Maint beberapa waktu lalu.

Mengapa Anda mau mengambil pendidikan hingga jenjang Doktor seperti ini?

Harus peduli dengan pendidikan karena bersepeda paling lama hanya 10 atau 15 tahun, setelah itu berhenti dan masih ada kehidupan yang harus dijalani. Jadi sangat bagus untuk mengambil pendidikan. Saya bersepeda sambil kuliah dan beruntung dapat selesai kuliah dengan cepat dan saya bisa lanjut bersepeda.

Apakah sulit melakukan itu semua secara bersama bagi Anda?

Berawal dari belajar kemudian bersepeda. Karena saya telah memilik gelar Ph.d, jadi itu mungkin memberikan keuntungan bagi masa depan saya karena Anda tidak akan bisa bersepeda selamanya.

Memang butuh perjuangan dan juga kerja keras. Untungnya dalam beberapa tahun ini saya bisa fokus bersepeda dan juga saat ini saya bekerja. Memang tidak mudah mempertahankannya dalam kondisi yang tetap bagus.

Apa alasan Anda mengambil jurusan matematika? Bukankah itu jurusan yang justru paling dihindari?

Itu tidak berpengaruh untuk saya. Saya hanya suka belajar dan saya suka matematika. Saya tidak peduli dengan anggapan banyak orang yang benci matematika. Semua orang suka kesenangan masing-masing dan saya suka matematika karena itu seperti bangunan yang indah.

Apa profesi lain Anda selain sebagai seorang pembalap sepeda?

Saat ini saya bekerja sebagai programmer. Memang agak berbeda (dari jurusan matematika) namun saya masih bisa menggunakannya untuk cara berpikir.

Apa pentingnya pendidikan untuk seorang atlet, khususnya Anda sebagai seorang pembalap sepeda?

Penting untuk bekerja setelah tidak lagi menjadi atlet balap sepeda. Kalau Anda memiliki pendidikan maka Anda akan memiliki pekerjaan yang bagus. Penting bagi semua orang untuk menuntut ilmu.




(mrp/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads