Daud saat ini berstatus juara kelas bulu IBO Asia Pafisik setelah minggu lalu menundukkan petinju AS, Frankie Archuleta, dalam pertarungan di Australia. Ia menang TKO di ronde keempat dari 10 ronde yang dijadwalkan.
Sebelum mengalahkan Archuleta, Daud menelan kekalahan angka dari petinju Indonesia lain yang berpredikat sebagai juara WBA, Chris John, pada April lalu di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daud mengakui, dirinya belum seperti Chris John karena level sabuk yang dimilikinya belum bisa disejajarkan. Namun, paling tidak Indonesia kini punya dua petinju berstatus juara.
"Persaingan di tingkat dunia tinggi. Banyak petinju Amerika Serikat yang lebih berat (daripada Archuleta), karena gudangnya ya di sana. Saya bisa saja naik dari kelas bulu, tapi nanti lima tahun lagi," tambah Daud.
Diakui pria berusia 24 tahun itu, dirinya tertarik untuk kembali menghadapi Chris John. Selain berkesempatan merebut mahkota dari The Dragon, ia pun punya peluang untuk membalas kekalahannya.
"Secara pribadi saya ingin berduel lagi sama Chris John. Tapi karena kami satu manajemen, perlu banyak negosiasi," tukas Daud.
"Yang jelas, saya harus terus mempersiapkan diri, berduel dengan siapapun. Agenda selanjutnya, saya main bulan Maret. Lawannya siapa, belum tahu. Kita lihat realisasinya nanti. Sebagai petinju saya hanya berlatih. Yang lain-lain biar manajemen yang mengatur," simpulnya.
(a2s/din)











































