Koridor yang ia maksud berkaitan terkait data prestasi, target, dan strategi yang akan dilakukan untuk mencapai target yang akan dipenuhi.
"Olahraga itu tidak boleh terlalu kaku, harus fleksibel, tapi tetap harus dengan koridor yang dipegang supaya tidak suka-suka," kata Suwarno ketika ditemui di Kantor KONI Pusat, Jakarta, Kamis (20/2/2014) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βIni artinya apa, kalau hanya sekadar untuk ikut, tempatnya bukan di Asian games. Melainkan, melihat kemungkinan untuk mendapat medali. Dan inilah yang akan kita tekankan pada cabor," cetusnya.
Hal ini diakuinya, memang tidak sederhana. Tapi tidak juga cabang langsung minta tambah kuota atau ngotot cabangnya harus masuk.
Warno-panggilan akarab Suwarno menyatakan akan mengajak cabang-cabang ini untuk berkomunikasi dalam waktu dekat.
"Nanti dalam waktu dekat akan kita akan ajak bicara. Soal itu (panahan) saya tidak tahu kalau atlet ini untuk compound. Kalau memang nomor itu yang berpeluang, ya nomor lain dicoret. Tapi bukan berarti yang coret ini tidak ikut pelatnas, tetap ikut, tapi prioritasnya bukan lagi untuk Asian Games tapi SEA Games," katanya.
Ia juga menampik perihal PB Perpani yang tidak diajak berkoordinasi terkait pemilihan atlet. "Kok tidak ada koordinasi bagaimana. Mereka kita ajak datang, kita data berdasarkan prestasi. Lalu kalau dibilang tidak ada koordinasi, harus koordinasi kayak gimana lagi?"
Begitu juga soal cabang renang, ia menyatakan jangan jadikan anggaran sebagai alasan besar. "Anggaran bukan satu-satunya alasan. Anggaran ada memang untuk diatur, supaya ada efisisensi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kenapa mereka ingin masuk AG karena ada uang saku yang berbeda-beda, kira-kira masuknya ke situ. Karena uang saku untuk Asian Games lebih besar ketimbang SEA Games," tambahnya.
Dalam kesempatan terpisah, ketua Tim Seleksi Satlak Prima, Ria Lumintuarso menyatakan akan mempertimbangkan kembali perihal penambahan kuota dari beberapa cabor. Karena sejauh ini, pihaknya baru mendata atlet berdasar portofolio prestasi di beberapa multievent internasional.
Ria memastikan, hasil dari data itu bukan final. Tergantung dari persiapan dan peningkatan prestasi atlet selama pemusatan latihan nasional. "Pada dasarnya bisa saja bertambah. Asalkan atlet ini bisa menunjukkan prestasi yang baik dalam beberapa waktu kedepan. Intinya selama masih belum didaftarkan," katanya.
Entry by name untuk Asian Games adalah di bulan Juni, sedangkan entry by number di bulan Agustus. Asian Games 2014 dihelat di Incheon, Korea Selatan, 19 September sampai 4 Oktober.
(mcy/a2s)











































