Lepas dari Pelti, Soft Tenis Ingin Lebih Populer dan Bidik Medali Asian Games

Lepas dari Pelti, Soft Tenis Ingin Lebih Populer dan Bidik Medali Asian Games

- Sport
Selasa, 04 Mar 2014 18:40 WIB
Jakarta - Soft tenis bersiap menggeliat kembali di Indonesia. Setelah vakum hampir 15 tahun, Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia (PP Pesti) kembali berdiri. Medali di Asian Games 2014 pun jadi target yang dipasang.

Terbentuknya Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia ditandai dengan digelarnya Musyawarah Nasional (Munas) Pesti di Jakarta, 21-22. Desember lalu. Dalam Munas tersebut Martuama Saragi terpilih menjadi Ketua Umum PP Pesti dengan masa jabatan 2013-2017.

"Kami bersyukur, karena telah berhasil menyusun kepengurussan PP Pesti yang baru. Saat ini kami sedang dalam proses melengkapi semua persyaratan agar dapat aktif kembali sebagai anggota KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia)," kata Martuama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan dia, soft tenis sebenarnya cabang yang sudah cukup lama ada di Indonesia. Lahir dan berkembang di Jepang, cabang ini sudah resmi dipertandingkan dalam Asian Games 1994 di Hiroshima, Jepang, dan menjadi salah satu cabang ekshibisi Asian Games 2010 di Guangzhou, Cina.

Indonesia pernah meramaikan persaingan cabang ini di Asian Games 1994 dan Asian Games 1998. Setelah itu, organisasi itu vakum hingga kemudian bernaung di bawah Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP Pelti).

Dalam kondisi vakum, atlet soft tenis ternyata tetap mampu menorehkan prestasi membanggakan. Atlet-atlet yang terjun di SEA Games Palembang berhasil sapu bersih dengan merebut tujuh emas. Hal ini pula yang akhirnya melatarbelakani berdirinya lagi organisasi ini.

Terkait persyaratan pendirian induk organisasi cabor, KONI Pusat telah menetapkan persyaratan kepada PB/PP cabang olahraga untuk mendapat persutujuan dari 14 pengurus provinsi.

"PP Pelti pun menyambut baik niat kita yang ingin mandiri. Sampai saat ini kita hanya punya 10 pengprov, masih ada empat lagi yang kami proyeksikan," katanya.

Kesepuluh pengprov itu adalah Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Riau, Bali, Yogyakarta. Sementara empat pengprov yang masih diproyeksikan adalah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

Martuama berharap, dengan kembali berdiri induk organisasi olahraga ini, soft tenis bisa semakin dikenal di seluruh daerah.

"Kami ingin olahraga ini bisa memasyarakat, karena soft tenis ada potensi untuk berkembang. Selain itu dengan adanya tambahan semangat baru ini, tim soft tenis Indonesia mampu mengukir prestasi bersejarah dengan menyumbang medali bagi kontingen Merah Putih di ajang Asian Games 2014," tutupnya

(mcy/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads