Padang Road Bike (PRB) Pessel Bank Nagari Sumbar menjadi satu-satunya wakil tuan rumah yang tampil dalam Tour de Singkarak 2016. Di etape kelima tim yang bermarkas di Padang itu masih berhasil mempertahankan tiga pebalap sebagai syarat minimal dalam perhitungan klasemen tim.
Masih ada Faujiansyah, Idris Purnama Kasih, dan Muhammad Yuda yang akan melanjutkan perebutan poin dalam persaingan tim. Sedangkan tiga pebalap PRB lainnya, Warseno, Jeri Riyadi, dan Heru Putra Maulana sudah rontok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Jeri mengalami kecelakaan di etape ketiga sedangkan Warseno dan Heru tak finis, juga di etape ketiga," kata Iqbal Rama Dipayana, ketua PRB Pessel Bank Nagari Sumbar dalam obrolan dengan detikSport.
Namun Iqbal tak kecewa dengan penampilan para pebalapnya. Sebaliknya, dia menilai hasil itu melebihi target yang dipasangnya sebelum tur yang jadi agenda tahunan Kementerian Pariwisata di tahun kedelapan itu.
Menurut Iqbal PRB Pessel tak mempunyai target muluk tahun ini. Sebab, tim mereka baru hidup kembali setelah mati suri tahun lalu.
Ya, PRB Pessel yang baru hidup di tahun 2011 sempat mati sepanjang tahun 2015. Setelah empat edisi beruntun ambil bagian di Tour de Singkarak, PRB Pessel absen pada 2015 karena kondisi finansial.
Kini mereka berupaya eksis lagi setelah mendapatkan suntikan dana dari Bank Nagari Sumbar. Tour de Singkarak dan Tour de Siak yang rencananya dihelat bulan September menjadi sasarannya.
Sebuah perubahan berarti dibuat dalam komposisi tim. Dalam balapan sebelumnya cuma ada satu pebalap lokal yang ambil bagian, namun kali ini PRB Pessel sudah memiliki dua pebalap dari Ranah Minang. Mereka Idris yang sudah sejak 2011 bergabung dengan PRB dan Heru yang lebih muda. Heru bahkan telah lolos ke PON 2016 Jawa Barat.
"Awalnya kami menyeleksi empat pebalap lokal Sumbar tapi lolos dua karena memang cuma dua pebalap ini yang memenuhi standart kami," tutur Iqbal.
Untuk melengkapi skuat PRB Pessel, Iqbal menambah kekuatan dengan mendatangkan pebalap-pebalap dari daerah lain.
Lahir karena Faktor Sejarah
![]() |
Tour de Singkarak menjadi trigger lahirnya PRB Pessel. Jika dirunut ke belakang, sejarah Sumatera Barat pernah menjadi lumbung pebalap nasional di nomor jalan raya.
Iqbal menyebut dirinya dan komunitas sepeda di Padang gatal ketika setiap tahun hanya jadi penonton Tour de Singkarak. Padahal, seingat dia, di masa kecilnya Sumatera Barat mempunyai dua pebalap sohor yang meraih medali SEA Games beregu road race: Muliawarman pada tahun 1987 di Jakarta dan Dasrizal di era 1970-an.
"Kami di komunitas sepeda ngobrol-ngobrol dan mempunyai keinginan Sumatera Barat mempunyai pebalap sepeda top lagi suatu hari nanti," ucap Iqbal yang juga kepala dinas perhubungan kabupaten Pesisir Selatan itu.
Selain Bank Nagari, Iqbal dan komunitas sepedanya membangun PRB Pessel dengan donasi dari pecinta sepeda dari Sumatera Barat. Mereka optimistis kalau suatu hari nanti muncul lagi pebalap nasional dari Ranah Minang.
Muliawarman membenarkan fakta itu. Dengan senang hati Muliawarman yang hadir pada start etape kelima di Pantai Carocok, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menuturkan nostalgianya saat menjadi atlet.
"Dari 1960-an sampai 1990-an selalu ada pebalap sepeda di nomor road race yang dipanggil ke pelatnas. Termasuk Nurhayati yang lebih dikenal sebagai pebalap sepeda dari Yogyakarta itu berasal dari Sumbar. Dia dilatih Dasrizal," ucap Muliawarman.
Makanya, ketika Tour de SIngkarak dihelat pertama kalinya di tahun 2009 Muliawarman sudah berangan-angan untuk memuncullkan lagi Sumbar sebagai lumbung pebalap. Namun, kesibukannya sebagai karyawan PLN di Painan sulit ditawar. Beruntung Iqbal dan komunitas sepeda mau menghidupkannya.
"Untuk menelorkan atlet lagi tergnatung siapa yang ada di lapangan. Saat ini saya belum mampu tapi bersyukur ada sosok seperti Pak Iqbal. Saya sudah gatal untuk turun ke lapangan lagi tapi tunggu pensiun he he he," kata pria 49 tahun itu.
Idris optimistis keinginan Muliawarman dan Iqbal tak lama lagi terwujud. Apalagi dengan Tour de Singkarak yang dihelat setiap tahun. Anak-anak bisa melihat contoh langsung kerja keras dan senangnya naik podium.
(fem/krs)












































