Total ada 16 ribu peserta melakukan start di Monas pada Minggu (23/10/2016) pagi. Acara dimulai pukul 05.00 WIB meski dalam kondisi hujan.
Chairman dan co-founder Jakarta Marathon Sapta Nirwandar mengklaim bahwa di tahun keempat penyelenggaranya event ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Ia menunjuk indikatornya pada jumlah peserta yang terus mengalami peningkatan sebesar 60 persen. Berturut-turut peserta Jakarta Maratahon adalah 10 ribu orang (2013), 14.120 (2014), 15 ribu (2015) dan 16 ribu (2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan pada kategori 10K dan 5K, masing-masing sebanyak 4.500 peserta dan 5.500 peserta. Adapun kategori maratoonz (children sprint) diikuti sekitar 300 pelari anak dari kelompok usia 5-7 tahun dan 8-10 tahun.
"Sudah jauh meningkat dalam peserta. Itu artinya 'kan kredibilitas kita sudah cukup tinggi. Kemarin sekitar 14 ribuan sekarang tembus 16 ribuan baik dalam maupun luar negeri," kata Sapta usai perlombaan.
Baca juga: Jakarta Marathon 2016 Tuai Keluhan dari Para Peserta
Meski berhasil dalam peningkatan peserta, Jakarta Marathon masih mengalami kendala karena masih adanya kendaraan yang melalui jalur lari. Soal ini Sapta pun mengakui dan akan melakukan perbaikan tahun depan.
"Memang ada yang bocor tapi untuk tahun depan kami akan lakukan perbaikan. Jumlah petugas kami sudah turunkan sebanyak 4 ribu satuan keamanan tapi mungkin masyarakat banyak yang belum menyadari. Sebab kami sendiri sudah melakukan sosialisasi," ungkap dia.
Di luar teknis, Jakarta Marathon juga mengalami perbedaan utamanya dalam penurunan jumlah total hadiah. Dari yang sebelumnya total hadiah sebesar Rp 2,6 miliar, tahun ini menjadi Rp 1,4 miliar.
"Kami ada penurunan karena secara sponsor berkurang. Kalau tahun lalu kami ada support dari pengprov DKI, tapi tahun ini tidak. Karenanya kami mencoba menyesuaikannya," ungkap CEO Inspiro, Ndang Mawardi.
(mcy/cas)











































