Sebelum ini pemerintah, melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga, menjanjikan bahwa pelunasan bakal dilakukan pada bulan Januari mendatang. Tapi Kemenpora rupanya mendapat izin untuk membereskannya lebih cepat.
"Jadi kami sudah rapat jam 11.00 WIB dengan cabor-cabor di bawah Prima. Kami sudah berbicara formal terkait masalah tunggakan gaji pelatih yang akan dibayarkan lebih cepat. Jadi hal yang berkaitan dengan honor atlet, pelatih nasional, dan pelatih asing sudah dianggap selesai. Bahkan lebih cepat lagi, untuk pelatih asing honornya sore ini sudah ditranfer," kata Kepala Komunikasi Publik Gatot S. Dewa Broto, yang juga Kuasa Pengguna Anggaran Kemenpora kepada detikSport, Kamis (22/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pokoknya yang kami bayarkan adalah untuk November dan Desember. Kalau memang ada yang bilang sebelum bulan itu tidak dibayarkan tinggal diverifikasi ulang karena kewajiban Prima untuk melakukan verifikasi. Satlak Prima kan punya timeline, bulan apa yang menjadi tanggungan Prima, bulan apa yang tidak. Karena kalau tidak akan jadi temuan kan repot?" sebut Gatot.
Pembayaran, kata Gatot, diambil dari pos-pos anggaran yang belum terserap. "Jadi sebelum pertemuan dengan cabor siang tadi, kemarin malamnya atas izin Bapak Menpora (Imam Nahrawi), kami lebih dulu melakukan pembicaraan dengan Dirjen Anggaran. Poinnya, kami ingin menggunakan sisa anggaran Kemenpora yang belum terserap. Ternyata pagi tadi kami dapat info permintaan kami disetujui oleh Dirjen anggaran."
Di luar tunggakan gaji pelatih asing, ternyata ada juga anggaran ujicoba yang sempat ditalangi cabor tapi belum dibayarkan. Menyoal itu pemerintah akan membayarkan pada bulan Januari.
"Jadi kami membaginya menjadi dua level. Level yang sangat urgent untuk kan honor. Lalu level yang untuk akomodasi, training camp itu nanti akan dibayarkan Januari. Tapi masalah honor super sensitif. Jadi harus cepat," ujar dia.
Kemenpora sendiri menuturkan persoalan ini akan menjadi pelajaran pada masa akan datang. "Ya pokoknya kalau ada yang tidak beres kami perbaiki komunikasinya dengan Prima. Yang kedua, kemarin itu ada pemotongan nasional dan kewajiban broadcasting fee itu kan di luar kemampuan kami. Tidak bisa dihindari," sebut Gatot.
(mcy/krs)











































