Indonesia Berpotensi Dijatah Satu Pebalap di MXGP

Indonesia Berpotensi Dijatah Satu Pebalap di MXGP

Mercy Raya - Sport
Senin, 06 Feb 2017 23:49 WIB
Indonesia Berpotensi Dijatah Satu Pebalap di MXGP
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Para crosser Indonesia harus bersaing keras untuk bisa tampil dalam Kejuaraan Dunia Motorcross MXGP 2017 di Pangkalpinang. Sebab, kemungkinan besar tuan rumah hanya dijatah satu tempat dalam ajang tersebut.

Kejuaraan Dunia Motorcross MXGP akan digelar di Pangkalpinang, Bangka Belitung, 4-5 Maret 2017. Kejuaraan itu resmi mendapatkan pengakuan dari Federation International Motorcycle (FIM).

Untuk menghadapi ajang itu, Kemenpora telah membentuk tim Merah Putih yang terdiri dari 10 crosser terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Baik putra maupun putri (untuk mengisi women's motorcross championship/WMX). Di antaranya dari Sulawesi Utara, Papua, Jawa tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Crosser putra yang tergabung antara lain Andre Sondakh (Sulawesi Utara), Mario Salontahe (Sulawesi Utara), Yosua Pattipi (Papua), M Arjun Wicaksono (Jawa Tengah), Ivan Harry Nugroho (Jawa Tengah), Asep Lukman (Jawa Tengah), Rizky Haka (Jawa Tengah), dan Aldi Lazaroni (DIY)

Dua lainnya adalah crosser putri yang sekaligus akan menjadi Duta Women MXGP of Indonesia, yakni Sheva Anella Ardiansyah (DIY) dan Suci Mulyani (Jawa Timur).

Di antara crosser itu hanya akan ada satu yang bisa tampil di kejuaraan Pangkalpinang tersebut. Sebab, Indonesia cuma mendapatkan satu jatah dalam ajang tersebut. Ketua Ikatan Motorsport Indonesia (IMI) Sadikin Aksa mengatakan saat ini sudah ada 29 peserta yang masuk dalam daftar list, sementara kuota hanya 30 peserta.

"Kemungkinan kami akan ikut MX2. Untuk kategori ini, kami harus ambil waktu di QTT karena dalam list terakhir sudah ada 29 peserta sudah masuk, jadi kemungkinan besar kami cuma dapat jatah satu. Mereka yang akan mengetes, kami masih menunggu apa bisa menambah atau tidak," kata Sadikin, usai seremoni di hanggar 4, Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkarang, pada Senin (6/2/2017).

Sadikin menyebut jumlah negara peserta pun saat ini ada 21 negara dan tidak akan bertambah.

"Sejauh ini kalau melihat starting list yang ada tidak akan bertambah, karena mereka (pembalap) kan tidak bisa starting list biasa, mereka harus mendaftar seluruh seri. Tidak bisa hanya mendaftar satu seri saja," ucap Sadikin.

"Tetapi wild card belum ketahuan, saat mereka ambil waktu (QTT) baru ketahuan, siapa yang akan masuk pebalapnya," tambahnya.

"Nah, untuk bisa bersaing pebalap Indonesia harus punya pengalaman dulu. Nah, ini yang kami utamakan, mereka cari pengalaman lah di kejuaraan ini, karena mereka belum pernah ikut di kejuaraan Asia, apa lagi kejuaraan dunia. Begitu saja," kata dia. (mcy/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads