Menpora Imam Nahrawi mengatakan telah berkoordinasi dengan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) atas kekuatan kontingen Merah Putih ke Baku.
"Saya sudah sampaikan ke Satlak Prima, jangan bicara di peringkat berapa dan dapat emas berapa. Tetapi, harus maksimalkan semua potensi dari sekarang, meskipun ada target lain. Itu oke. Tetapi, kita harus melihat kondisi," kata Imam ketika ditemui pewarta di Teater Mandala Pemuda Kemenpora, Senayan, Kamis (13/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya, kita targetkan dia dapat emas, tapi gara-gara kecelakaan dan pada saatnya tidak dapat berangkat, lalu kita ganti sprinter lain, target itu akan meleset,"
"Saya tidak ingin kita termotivasi hanya dengan angka-angka tanpa melihat bagaimana kondisi objektive atlet kita."
"Kami harap jadi terbaik seperti ISG 2013. Tapi saya harus katakan kita harus realistis. Jangan bombastis. Saya tidak ingin sebut target medali emas, tapi fakta pelari kita seperti itu. Semoga atlet kita siap tempur dan bawa nama harum Merah Putih," harapnya.
ISG akan bergulir 8-22 Mei mendatang. Kontingen Indonesia akan berkekuatan 111 atlet dari 13 cabor, tanpa timnas sepakbola di dalamnya.
(mcy/fem)











































