Dari pantauan detikSport, trotoar di sepanjang Jalan Jendral Sudirman, Palembang itu ditambah dengan kursi panjang dan tong sampah. Trotoar juga makin bersih dan mengkilat.
Kawasan yang berada di antara Pasar Cinde dan Pasar 16 Ilir itu dulu mangkrak. Belakangan, justru menjadi kawasan favorit anak muda dan seniman di kota Pempek. Selain itu, juga menjadi pusat kuliner khas Bumi Sriwijaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada malam hari, akses jalan dari Pasar Cinde menuju bundaran air mancur akan ditutup untuk kendaraan agar pengunjung lebih nyaman. Satpol PP Pariwisata dan pihak kepolisian selalu hadir di tengah-tengah pengunjung untuk memberikan rasa aman.
Walikota Palembang, Harnojoyo, mengatakan, pendestrian Sudirman itu dikembangkan sebagai pusat seni budaya warga Palembang. Namun, masyarakat umum juga berhak tetap nyaman di area tersebut.
"Fasilitas terus kita lengkapi, trotoar, lantai, kursi semua sudah kita ganti baru, ke depan akan ada fasilitas-fasilitas pendukung lain untuk masyarakat menyalurkan kesenian dan kreatifitas mereka. Secara bertahap sebelum Asian Games 2018, pedestrian Sudirman pasti semakin cantik," kata Harnojoyo.
Ditambahkan Harnojoyo, beberapa kursi bulat dan kursi panjang dipasang untuk memberikan kenyamanan pengujung. Untuk pedagang kuliner, akan disediakan tempat khusus dengan fasilitas layaknya pusat wisata.
Sampai saat ini, Kota Pempek telah memiliki beberapa destinasi wisata baru. Mulai dari pendestrian Sudirman, wisata religi Alquran raksasa di Gandus, Kampung Arab Almunawar, Kampung Kapitan dan tugu ikan Belido.
(fem/mrp)











































