Dalam lawatan Menpora Imam Nahrawi ke pelatnas wushu di Simprug beberapa waktu lalu, ia sempat mendengar keluhan atlet terkait kurang memadainya fasilitas tempat latihan menuju Asian Games 2018.
Menteri asal Bangkalan itu kemudian menawarkan PP PON di Cibubur untuk dipertimbangkan sebagai lokasi pelatnas. Namun, sejak penawaran itu PB WI belum juga memindahkan atletnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu, latihan sanda juga katanya akan digabung dengan cabor taekwondo. Berarti kan kami ada kendala pada tempat latihan yang kurang leluasa. Jadi mungkin akan dibicarakan lagi dengan Kemenpora seperti apa baiknya," imbuhnya.
Hal lain yang menjadi pertimbangan PB WI adalah karena atlet wushu akan melakukan pemusatan latihan ke luar negeri pada bulan April mendatang sehingga dirasa kurang efektif jika harus pindah lokasi pelatnas dalam waktu dekat.
"Akan keluar banyak energi yang terbuang jika harus pindah latihan lagi. Jadi kami memutuskan untuk tidak jadi pindah dan progres anak-anak juga sudah bagus, jika ada perubahan lagi kemungkinan secara psikologis akan menurun bisa saja," tutur Ngatino.
Ngatino sekaligus mempertegas saat ini tidak kendala yang menghambat proses latihan wushu. Bahkan anggaran pelatnas sebesar Rp 8 miliar sudah diberikan pemerintah melalui Kemenpora.
(mcy/krs)











































