detiksport
Follow detikSport
Kamis, 05 Apr 2018 15:30 WIB

Erick Thohir: Ukuran Kamar Atlet Sudah Disetujui OCA

Mercy Raya - detikSport
Salah satu kamar di wisma atlet Kemayoran. (Agung Pambudhy/detikSport) Salah satu kamar di wisma atlet Kemayoran. (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) bersikukuh wisma atlet sudah sesuai standar Olympic Council of Asia (OCA). Mereka yakin tak akan ada masalah.

Kamar-kamar di wisma atlet di Kemayoran masih menjadi sorotan. Utamanya, terkait ukuran, fasilitas, serta kelengkapannya menjadi topik utama dalam World Press Briefing Asian Games 2018 yang berlangsung 2-3 April 2018.

Anggota OCA bagian media, Jeremy Walker, yang juga menjabat sebagai editor Sporting Asia magazine, menilai kamar atlet Asian Games masih terlihat sempit terutama kamar dengan kapasitas dua tempat tidur. Apalagi, jika digunakan untuk atlet basket atau voli itu.

[Baca Juga: Alasan INASGOC Tidak Pakai Hotel untuk Tempat Tinggal Atlet di Jakarta]

Untuk diketahui, satu unit kamar di wisma atlet berukuran 36 meter persegi. Di dalam kamar terdiri dari ruang tamu, dua kamar tidur, dan satu dapur. Khusus ruang tidur, panitia membangun dua kamar dengan luasan berbeda. Kamar besar berisi dua tempat tidur berukuran 3,24 x 3 meter. Sementara kamar kecil dengan 1 tempat tidur berukuran 3,24 x 1,9 meter.

Ukuran unit wisma atlet itu memang lebih kecil ketimbang di Asian Games 2014 Incheon. Panpel menyediakan pilihan unit dengan ukuran 74, 84, dan 101.

Ketua INASGOC, Erick Thohir, mengatakan wisma atlet yang sudah dibangun telah melalui persetujuan dan sesuai standar dari OCA.

[Baca Juga: Kamar Sempit, INASGOC: Tak Ada Waktu Mengubah Ukuran]

"Standarisasi daripada wisma atlet yang menentukan OCA dan mereka sudah approve dari sisi ukuran kamar, panjang tempat tidur, bahkan sudah approve untuk lokasinya," kata Erick, usai mengikuti rapat tingkat menteri terkait persiapan Asian Games dan Asian Para Games, di Kantor Kemenko PMK, Kamis (5/4/2018).

"Dan bisa dilihat, bahkan ada statement dari wartawan juga, bahwa (wisma atlet Kemayoran) lebih bagus daripada yang ada di Brasil. Dan itu sudah saya yakini sejak setahun lalu, sebelum itu jadi," dia menjelaskan.

Optimisme Bos Mahaka Group ini, bahwa wisma atlet tak akan bermasalah saat games time, juga berkaca pada hasil test event Asian Games yang berlangsung Februari lalu.

Menurutnya, saat test event tidak ada komplain dari atlet terkait tempat tinggal mereka. Justru, Erick menambahkan, yang menjadi perbaikan di kawasan wisma atlet adalah lokasi pemberhentian bus atlet.

"Kemarin itu bus stop agak sempit tapi sekarang diperlebar. Dan yang di jalan dekat sungai itu akan ditutup habis bekerjasama denngan Deputi IV dan kepolisian supaya sirkulasi yang ada di wisma atlet, karena akan ada ratusan bus nanti, jadi lebih mudah. Intinya kami mengikuti aturan OCA," ujarnya.
Masih menurut Erick, saat rapat technical delegate yang berlangsung Rabu (4/4) kemarin juga tidak ada isu yang muncul terutama soal wisma atlet.

"Yang kami tunggu dari delegasi teknis sekarang ini justru approval dari tempat latihan, peralatan pertandingan, dan juga mungkin masukan lainnya yang sedang kami tunggu," dia mengungkapkan.


(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed