Terabaikannya Asian Games diindikasikan dari agenda keamanan dan ketertiban nasional Polri sepanjang tahun ini. Pada 2018, agenda Polri didominasi pengamanan agenda politik. Dengan urutan, pilkada, pengamanan sengketa di MK, Ramadan, arus mudik dan balik Lebaran, serta kembali lagi ke agenda politik, yaitu pemungutan suara hingga di awal Agustus sudah mulai pendaftaran Pillpres.
Baca Juga: Presiden Jokowi Soroti Minimnya Promosi Asian Games
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu menurut Tito, kalah meriahnya Asian Games dibanding agenda politik tahun ini terlihat di Jakarta. Hal ini juga tercermin dari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan event Asian Games kurang promosi.
Tito sendiri berpendapat Asian Games bisa menjadi pendingin suasana panas yang diisi oleh sejumlah agenda politik tahun ini. Ajang Asian Games pun diharapkan jadi pemersatu masyarakat di tengah polarisasi masyarakat di tahun politik.
Baca Juga: Promosi Asian Games Dikritik Presiden, Ini Rencana INASGOC dan Kementerian
"Kalau kita bisa mengamankan isu ini jadi isu penting publik, ini bisa menghangatkan isu pilkada yang bikin polarisasi di masyarakat tadi. Selain jadi cooling system bagi pilkada, juga jadi pemersatu polarisasi masyarakat," dia mengungkapkan.
"Semoga semua pihak bisa mendemamkan masyarakat kita dengan Asian Games sehingga tidak meluli tercekoki pertarungan politik tapi mengamankan Asian Games untuk memberi image bangsa yang akhirnya bisa memberi dampak datangnya investor dan lain-lain," ujar dia.
(eds/fem)











































