detiksport
Follow detikSport
Rabu, 06 Jun 2018 11:50 WIB

Rindu Dendam Alya Nadira di Polo Air

Mercy Raya - detikSport
Foto: Agung Pambudhy/detikSport Foto: Agung Pambudhy/detikSport
Jakarta - Atlet nasional polo air, Alya Nadira Trifiansyah, pernah dibuat kecewa berat oleh polo air. Tapi, dia juga tak bisa membendung kerinduan terhadap olahraga akuatik itu.

Tahun 2015 menjadi periode muram bagi Alya di polo air. Lolos pelatnas polo air dan masuk kandidat ke SEA Games Singapura, namanya dicoret menjelang keberangkatan.

Waktu itu, Alya, lolos ke pelatnas sebagai topskorer Betawi Cup, harus memilih antara ujian nasional SMA dengan SEA Games. Tak ada pilihan untuk bisa menjalankan keduanya beriringan.


Baca Juga: Alya Nadira Tekuni Polo Air karena Ada Unsur 'Kekerasan'


"SEA Games 2015 bentrok dengan SEA Games 2015, aku harus milih salah satu. Aku pikir pengurus bisa ngerti, pelatih juga, tapi ternyata mereka hanya mau aku pilih UN atau SEA Games," kata Alya dalam wawancara One on One dengan detikSport.

"Buat aku itu jadi ujian mental terberat, karena dua-duanya sama penting. Sekolah juga seenggaknya harus lulus SMA, kan," dia menambahkan.

Dengan berat hati, Alya mengirimkan surat pengunduran diri dari pelatnas polo air. Dia pun merelakan kesempatan tampil di SEA Games

"Akhirnya aku pilih UN, seberat itu aku di timnas. Kian berat lagi saat terus aku lihat teman-teman aku main. Aku berpikir harusnya aku di situ," gadis 21 tahun itu menjelaskan.

"Apalagi kalau ingat sudah latihan susah payah dengan latihan di China dua bulan," dia menambahkan.


Baca Juga: Lewat Polo Air, Alya Nadira Menatap Panggung Asia


"Waktu itu aku cuma bisa nangis, enggak mau makan, enggak mau lihat kolam renang. Aku ngerasa enggak adil. Aku bahkan sampai sakit tipes satu minggu," dia menegaskan.

Tapi justru karena dendam dengan pengalaman pahit itu, Alya menjadi kian rindu bisa tampil di ajang internasional bersama Timnas polo air. Dia ingin menjadi skuat inti.

"Itu menjadi pacuan buat aku, ada hambatan aku harus bisa buktiin harus jadi lebih bagus. Aku enggak boleh hanya bisa main, tapi harus masuk tim inti. Aku bertekad untuk selalu inti. Aku mau buktiin ke orang-orang kalau aku bisa balik lagi (ke Timnas) dan akhirnya terwujud," ujar Alya.

Kini, Alya tengah digodok bersama skuat pelatnas polo air putri lainnya di kolam renang Stadion Akuatik, kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Mereka tengah menyiapkan diri menuju Asian Games 2018.


(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed