Tidak Betah di Belanda, Santia Minta Pulang
Rabu, 27 Jul 2005 22:06 WIB
Jakarta - Belanda ternyata terlalu 'aneh' bagi Santia Tri Kusuma. Pembalap andalan Indonesia di SEAG Manila 2005 ini pun menyatakan tidak betah dan ingin balik ke Indonesia.Adalah kompetisi dan sesi latihan di Eropa yang bisa jadi terlalu berat menjadi faktor Santia memutuskan untuk pulang. Padahal saat ini dia terikat kontrak dengan RCN Gruene Wood, tim asal Belanda. Selain itu, dalam beberapa kompetisi yang diikutinya, Santia juga gagal menuai hasil yang memuaskan.Pernyataan Santia itu diungkapkan Sekjen PB ISSI Sofyan Russian kepada wartawan di Jakarta, Rabu (27/7/2005). "Santia sudah membicarakan masalah ketidaknyamanan dia selama bergabung di RCN Gruene Wood kepada PB ISSI dan kami menghargai keputusan dia untuk mengundurkan diri dari tim yang sudah mengontraknya tersebut, apalagi alasan dia cukup masuk akal. Selama mengikuti latihan, dia tidak bisa konsentrasi karena tidak adanya pelatih sendiri, sementara di Indonesia dia ditangani sepenuhnya oleh pelatihnya," ungkapnya.Sofyan menambahkan bahwa Santia juga tersendat dalam hal prestasi. Ketika mengikuti kompetisi di Eropa yaitu Tour de Gretane Perancis Santia sama sekali belum pernah masuk dalam rombongan besar. "Kalau ini dibiarkan, kasihan dia sendiri, tidak bisa berkonsentrasi, bisa juga berpengaruh terhadap mental dia. Bisa anjlok dan penampilannya menjadi tidak stabil di arena SEAG Manila mendatang," terangnya.Menurut Sofyan, permasalahan ini sudah dilaporkan kepada KONI Pusat karena Santia sendiri hingga kini masih tercatat sebagai atlet pelatnas SEAG Manila serta atlet Program Indonesia Bangkit. "PB ISSI sudah berkonsultasi kepada KONI Pusat, terutama kepada Kasater Pelatnas SEAG Manila, Djoko Pramono, dan beliau mendukung langkah yang akan diambil Santia. Menurutnya, apa yang dianggap terbaik bagi Santia sendiri harus didukung agar performa latihan maupun saat nanti bertanding tidak mengecewakan hanya karena dia harus bertahan di tim-nya sekarang," tambah Sofyan lagi.Sementara itu, Ketua Satuan Kerja (Kasater) Pelatnas SEAG Manila, Djoko Pramono, yang ditemui di tempat terpisah menyatakan masalah Santia tersebut sudah dilaporkan kepada KONI Pusat dan segera akan direalisasikan termasuk proses-proses kepulangan Santia ke Indonesia lagi."KONI Pusat mendukung sepenuhnya langkah yang diambil Santia, tidak akan kita halang-halangi, apalagi ini masalah mental, karena dia merasa tertekan di Belanda, ya mendingan pulang ke Indonesia, lebih terfokus pada latihannya di pelatnas SEAG Manila dan Program Indonesia Bangkit," tegas mantan Kabid Pembinaan Prestasi KONI Pusat yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum II KONI Pusat. (ian/)











































