detiksport
Follow detikSport
Kamis, 19 Jul 2018 13:15 WIB

Bob Hasan: Lalu M Zohri Disiapkan untuk Olimpiade 2020

Mercy Raya - detikSport
Foto: Rifkianto Nugroho/detikSport Foto: Rifkianto Nugroho/detikSport
Jakarta - Sukses menjadi juara dunia junior lari 100 meter membuat Lalu Muhammad Zohri dihadapkan dengan target dari publik di Asian Games 2018. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Bob Hasan, menegaskan Lalu disipakan untuk Olimpiade 2020 Tokyo.

Lalu menjadi juara dunia atletik dari nomor bergengsi, lari 100 meter. Dia menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil meraihnya.

Bob meminta agar publik menggarisbawahi bahwa Lalu mendapatkan gelar juara itu dari kategori junior, kelompok umur di bawah 20 tahun. Saat ini, lalu masih berusia 18 tahun.

Makanya, Bob berharap agar publik tak membebani Lalu dengan target tinggi di Asian Games 2018. Pemuda asal NTB itu akan bertarung dengan atlet atletik senior dari negara se-Asia. Dia pun tak akan diturunkan di nomor lari 100 meter. Tapi, pada estafet 4x100 meter bersama seniornya di pelatnas.


Deddy Corbuzier Sebut Zohri Menang Hanya Kebetulan, Maksudnya? Tonton juga videonya di sini ya:

[Gambas:Video 20detik]



"Mungkin Lalu tidak bisa saya pasang, ya kan bulan ini dia baru umur 18. Saya akan tanya pelatihnya dulu, karena yang catatan waktu larinya di bawah 10 detik itu ada tiga negara, China, Jepang dan Qatar. Mereka itu kan beli atlet, jadi jika Lalu kami turunkan apa dia bisa menang? Kan belum tentu. Jadi, kami bicarakan dulu, sama pelatih dan tim dokter. Karena jika dipasang kemudian kalah buat apa? Umurnya juga masih muda nanti rusak. Jadi lebih baik kami simpan dia untuk Olimpiade 2020 Tokyo," kata Bob, ketika ditemui di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Kamis (19/7/2018).

Kekhawatiran Bob akan anak didiknya cukup beralasan. Di Asian Games 2014, emas lari 100 meter jadi milik atlet Qatar, Femi Ogunode, yang mencatat waktu 9,93 detik. Pelari China, Su Bingtian, merebut perak dengan waktu 10,10 detik, sedangkan Kei Takase dari Jepang membawa pulang perunggu setelah finis dalam waktu 10,15 detik.

Bahkan untuk bisa menyamai rekor Asia Tenggara milik seniornya, Suryo Agung, di Laos 2009, Lalu M. Zohri belum mampu. Suryo mencatatkan waktu tercepat 10,17 detik.

Catatan waktu terbaik Lalu adalah 10,18 detik, yang ia buat ketika meraih emas di Kejuaraan Dunia Atletik U-20, Rabu (11/7/2018).

"Ya, untuk lawan terberat sebenarnya diri sendiri. Tapi negara peserta lain juga ada yang berat seperti Bahrain, Qatar, Saudi Arabia itu kan mereka beli atlet dari Afrika, Jamaika. Memang sekarang sudah berubah. Jika dulu kan atlet harus dari negara tempat dia lahir tapi sekarang kan bisa pakai paspor saja jadi musuhnya berat," kata Bob.

"Tapi buat saya itu tidak penting. Yang penting anak itu tidak rusak dan bisa beprestasi untuk Indonesia. Mungkin untuk olympic game 2020, kita tanya dulu kepada tim pelatih dan tim dokter," ujarnya kemudian.



Sebelumnya, pelatih 4x100 meter estafet putra Eni Nuraini juga mengungkapkan hal senada. Dia realistis soal peluang Lalu di Asian Games kendati atletnya diturunkan di nomor 100 meter putra.

"Yang mengekspetasikan dia medali itu berarti orangnya tidak mengerti," ujar Eni.

"Ya, kami fokus dulu di tim estafet putra. Sementara nomor 100 meter untuk menjadi pengalaman dia," dia menambahkan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed