DetikSport
Jumat 17 Agustus 2018, 17:24 WIB

11 Ribu Personel Gabungan Amankan Pembukaan Asian Games 2018

Mercy Raya - detikSport
11 Ribu Personel Gabungan Amankan Pembukaan Asian Games 2018 Pembukaan Asian Games 2018 akan dilakukan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (Foto: Rengga Sancaya/detikSport)
Jakarta - Pembukaan Asian Games 2018 yang berlangsung besok bakal dapat pengamanan ketat. Total ada 11 ribu aparat gabungan yang disiapkan.

Asian Games 2018 akan secara resmi dibuka pada Sabtu (18/8/2018) malam. Upacara pembukaan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada pukul 19.00-22.00 WIB.

Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) telah menyiapkan pengamanan berlapis untuk menyukseskan acara pembukaan.

"Jumlah personel yang akan dilibatkan sekitar 11.000 orang," kata Direktur Media dan Public Relation INASGOC, Danny Buldansyah, di Main Press Centre, Senayan, Jumat (17/8/2018).


Selama upacara pembukaan Asian Games 2018, akan ada penutupan jalur sekitar area Jalan Asia Afrika sampai Mc Donald Senayan.

"Jadi jalan Asia Afrika itu jalur sebelah dibuka, tapi untuk depan kalau enggak salah pintu 5, 6, dan 7 dan mulai dibuka sejak pukul 12.00 WIB siang," kata Danny.

"Tapi penonton mau masuk jam 19.00 WIB juga boleh-boleh saja karena tempat masuk penonton dan kepala negara berbeda. Nanti boleh bawa mobil masuk cuma kepala negara saja. Semua ambassador, menteri, selain kepala negara kita bawa dari Hotel Fairmont pakai shuttle. Kumpulnya di sana. Mereka akan dibawa ke pintu depan Taichan, Plaza Barat. Masuknya VIP dari situ semua undangan," tambahnya.


Namun, Danny belum bisa menjelaskan dengan detail siapa tamu-tamu negara yang sudah pasti datang.

"Saya tidak tahu. Protokoler dari Kementerian Luar Negeri yang mengurusnya, sementara kami hanya menyediakan tempatnya," tuturnya.

"Perkiraan sudah ada, tapi bisa juga ada yang batal dan digantikan oleh lainnya. Nah yang seperti ini kami tidak memfasilitasi mereka masuk di royal box," tambah Danny.

"Tidak semua kepala negara akan hadir. Kemungkinan menterinya yang datang, tapi tidak semua lah. Karena banyak sekali tapi yang sudah pasti kepala negara China katanya pasti datang, Korea Utara belum tahu," katanya.



(mcy/mfi)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed