detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 06 Sep 2018 19:28 WIB

Muhad Yakin Dari Wakatobi Kuasai Rowing Asia

Mercy Raya - detikSport
Tim rowing (dayung) menambah pundi-pundi medali emas untuk Indonesia. Mereka meraih medali emas di nomor Men's Lightweight Eight (Ringan Delapan Putra). (Rachman Haryanto/detikSport)
Jakarta - Muhad Yakin mendulang emas dari rowing kelas ringan delapan pedayung putra di Asian Games 2018. Lahir dan besar di Wakatobi, dia akrab dengan dayung sejak kecil.

Oho. Begitulah dia akrab disapa.

Oho berasal dari Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Rumahnya berdekatan dengan pantai. Dayung pun bukan persoalan pelik buat dia. Sejak kecil, dia sudah 'nyemplung' ke pantai dan berkenalan dengan dayung.

Kariernya tak jauh-jauh dari air dan dayung. Dia jagoan Indonesia pada rowing di nomor men's lightweight eight alias kelas ringan delapan pedayung putra. Selain Oho, timnas diisi oleh Jefri Ardianto, Ujang Hasbulloh, Rio Darmawan, Ihram, Ferdiansyah, Ardi Ihsadi, dan Tanzil Hadid.

Mereka memberikan pembuktian dengan meraih emas Asian Games 2018 2018 di Jakabaring Sport City. Oho dkk. mencatatkan waktu 6 menit dan 8,88 detik. Menyusul tim dari Uzbekistan dengan 6,12,46 detik dan Hongkong dengan 6,14,46 detik.




Emas ini menjadi yang pertama dari rowing sepanjang keikutsertaan Indonesia di Asian Games. Emas itu juga satu-satunya yang didapatkan pada Asian Games 2018 dari rowing.

Bagi Oho, emas itu memperbaiki pencapaiannya empat tahun lalu di Incheon. Waktu itu, dia meraih medali perunggu.

Ke Pelatnas Lewat Jawa Timur

Kendati lahir dan besar di Wakatobi, Oho mengasah kemampuan dayung di Jawa Timur. Dia ingat betul uang saku pertama yang didapatkan per bulan sebesar Rp 300 ribu.


Muhad Yakin Dari Wakatobi ke Persaingan Asia Lewat Rowing Foto: ANTARA FOTO/INASGOC/Nova Wahyudi/nym/18


"Waktu pertama ikut Jatim juga saya dari nol. Bayar makan saja susah, dibayar Rp 300 ribu, tapi kemudian meningkat sampai sekarang," kata Yakin.

"Sementara sukanya karena saat pelatnas tinggal bareng-bareng terkadang kalau jalan-jalan mengendarai sepeda. Jadi senang," dia mengungkapkan.




Setelah bergabung dengan Jatim, jalan menuju timnas dayung terbuka. Oho dipanggil pemusatan latihan pada 2011 dan di SEA Games berhasil meraih satu medali emas. Kemudian, dia berlanjut ke kualifikasi Olimpiade dan SEA Games 2013.

"Saat itu, saya meraih dua emas dan 2015 juga meraih dua emas. Ya sampai sekarang kami uji coba di Australia dan Belanda untuk Asian Games pokoknya ada senang dan susahnya lah," kata Yakin.

Bayar Rindu ke Wakatobi

Usai Asian Games, Oho akan mudik. Dia sudah rindu berat kepada keluarga dan kampung halamannya.

Ya, selama bergabung dengan pelatnas, pria dengan tinggi 185 cm itu tak pulang-pulang. Serangkaian jadwal latihan dan try out ke sejumlah negara harus dijalani. Bahkan, lebaran pun dia tak bisa mudik.




"Susahnya karena harus meninggalkan keluarga karena kami tidak bisa ikut lebaran, berpuasa bersama tapi kami menjalaninya dengan ikhlas," ujar Yakin.

Segera Berburu Tempat di Olimpiade 2020 Tokyo


Muhad Yakin dkk. saat tampil di Asian Games 2018Muhad Yakin dkk. saat tampil di Asian Games 2018 (Rachman Haryanto/detikSport)


Usai Asian Games 2018, Oho dan tim rowing lain memburu tempat di Olimpiade. Mereka menyadari misi itu tak mudah.

Saat ini, Indonesia meloloskan dua nomor ke Olimpiade. Yakni, single scool putra dan single scool putri.

"Turun di Asian Games saja kami harus mengikuti lima kali seleksi buat cari yang terbaik dari yang paling baik. Apalagi buat olimpiade jadi bakal banyak persaingannya," katanya.

"Selain itu untuk level dunia, Indonesia masih sulit jadi perlu perjuangan dan kerja keras lagi," tuturnya menambahkan.


(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com