detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 24 Sep 2018 18:59 WIB

Mengenal Voli Duduk di Asian Para Games 2018

Mercy Raya - detikSport
Foto: Agung Pambudhy/detikSport Foto: Agung Pambudhy/detikSport
Jakarta - Voli duduk dimainkan enam orang, dengan net setinggi 1,05 dan 1,15 meter, diperkuat atlet disabilitas di Asian Para Games 2018 Jakarta. Apa lagi?

Voli duduk tentunya dimainkan dengan duduk. Tapi, bukan duduk yang sembarangan. salah mengangkat bokong bisa berujung pelanggaran. Juga bukan hanya oleh atlet disabilitas karena amputasi, cedera medulla spinalis, cerebral palsy, cedera otak, dan stroke.

Ukuran lapangan juga berbeda. Lapangan voli duduk berukuran 12x6 meter atau lebih kecil ketimbang voli indoor dengan 9x15 meter.

Kemudian, untuk tinggi net voli duduk putra itu 1,15 meter dan putri 1,05 meter, sedangkan voli normal untuk putra 2,43 meter sedangkan putri 2,24 meter.


Pelatih Timnas voli duduk, Matsuri, mengatakan aturan untuk voli duduk hampir sama dengan voli indoor. Sama-sama dimainkan enam orang, juga sama-sama menggunakan bola dan net, serta lapangan.


Mengenal Voli Duduk di Asian Para Games 2018Foto: Agung Pambudhy/detikSport


"Jumlah pemain sama saja. Kemudian, yang membedakan itu di normal bola servis pertama tidak boleh diblok. Kalau di voli duduk boleh diblok dan tidak dihitung sentuhan. Artinya, kalau servis diblok masih punya 2-3 sentuhan lagi," kata Matsuri usai latihan di GBK Arena, Senin (24/9/2018).




Perbedaan lain, Matsuri menambahkan, juga ditunjukkan pada tumpuan. Jika voli indoor tumpuannya lompat, voli duduk memakai bokong. Sehingga, atlet tidak boleh mengangkat bokongnya. Jika sedikit saja ketahuan maka bakal menyatakan pelanggaran dan memberikan poin kepada lawan. Wasit itu ada dua dalam pertandingan, pertama untuk mengawasi servis, kedua adalah mengawasi yang melakukan receive atau mengumpan bola.

"Bagi atlet yang normal mungkin lebih sulit voli duduk. Tapi, untuk kawan-kawan difabel malah lebih mudah meskipun awal-awal mungkin mereka kesulitan. Tapi, karena aturannya seperti itu maka harus diikuti," tuturnya.

Diakui Matsuri, kesalahan paling umum yang dilakukan atlet voli duduk adalah mengangkat bokong. Makanya, dia tak mentoleransi atlet yang mengangkat bokong dalam latihan atau uji coba.

"Nah, kebiasaan itu diharapkan bisa terbawa ke pertandingan juga," dia menjelaskan.

Pemain voli duduk juga bisa menggunakan bagian anggota tubuh apapun termasuk kaki dan kepala untuk mengembalikan bola. Asalkan, bola tidak lebih dulu menyentuh lantai.

"Sebab dalam pertandingan kan spontan. Jadi semua harus memungkinkan menyentuh bola," ujar Matsuri.

Sebagai gambaran, sistem pertandingan voli duduk yang akan diterapkan di Asian Para Games menerapkan sistem setengah kompetisi.

Untuk tim putra dibagi dua grup, grup A berisi tuan rumah (Indonesia), Kazakhstan, Irak, dan Myanmar. Sedangkan grup B diisi Iran, China, Jepang, dan Korea. Pada tim putri, terdiri dari lima negara yaitu Indonesia, China, Iran, Jepang, dan Mongolia.


Simak Juga 'Alisa Manyonok, Atlet Voli Cantik dan Seksi Mirip Barbie':

[Gambas:Video 20detik]

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com