Sri Lestari Nyaman sebagai Atlet Anggar Kursi Roda

Mercy Raya - Sport
Kamis, 25 Okt 2018 18:33 WIB
Sri Lestari, atlet anggar kursi roda (Agung Pambudhy/detikSport)
Solo - Sri Lestari, 40 tahun, berstatus atlet sejak 2011. Mengawali dari voli duduk, kini dia nyaman di kursi roda.

Lestari menjadi andalan Indonesia di anggar pada Asian Para Games 2018 Jakarta. Kendati tak memperoleh medali, dia puas. Dia bisa mendapatkan kesempatan bertarung dengan atlet anggar se-Asia.

Padahal, sebelumnya dia mapan sebagai atlet voli duduk. Lestari pemilik medali emas ASEAN Para Games 2011 Solo, emas 2012 Papernas Riau mewakili Kalimantan Timur, emas ASEAN Para Games 2015, Myanmar, dan perak Peparnas 2016 Bandung.




Tapi kemudian, oleh suaminya, Muhammad Rai, yang seorang atlet para-athletics, Lestari disarankan pindah cabang olahraga. Yakni, ke anggar.

"Saya sudah latihan 10 bulan untuk voli duduk ke Asian Para Games 2018, tapi karena ada pelatnas anggar, ada ketua Boyolali, dianjurkan untuk ikut," kata Lestari.

"Waktu itu, awalnya karena supaya ada atlet untuk anggar kursi duduk karena Indonesia menjadi tuan rumah Asian Para Games. Saya ikuti, pas masuk. Kemudian saya izin suami, boleh tidak jika terima di anggar," kata dia.

Oleh suaminya, Lestari diizinkan untuk mengikuti seleksi di Solo, Jawa Tengah. Saat pemanggilan pelatnas anggar, Lestari juga mendapatkan tempat di voli duduk.

Lewat pertimbangan matang, Lestari memutuskan untuk beralih ke anggar. Dia tak kesulitan untuk beradaptasi.

"Tidak susah. Karena dasar sudah ada. Cuma karena baru kenal alat jadi harus ada penyesuaian, sekitar tiga pekan lah. Saat sudah bisa, bermain, lebih senang lagi," kata ibu satu anak itu.

"Di anggar itu dituntut untuk memiliki kecepatan saat bertanding. Kalau lebih cepat poin segera dapat. Tapi, pergerakan lambat poin pasti diambil lawan.

Lalau saya termasuk kategori A, itu kategori pinggang kuat. Kalau B, kategori pinggang kecil tak kuat," dia menjelaskan.


(fem/fem)