detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 15 Nov 2018 14:52 WIB

Kemenpora Larang Eko Yuli dan Atlet Elite Turun di Kejurnas

Mercy Raya - detikSport
Eko Yuli Irawan diminta tak tampil di Kejurnas. (Agung Pambudhy/detikSport) Eko Yuli Irawan diminta tak tampil di Kejurnas. (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Atlet elite nasional diminta untuk tidak turun di kejuaraan nasional. Ada kekhawatiran cedera yang berimbas kepada penampilan di ajang kualifikasi Olimpaide 2020 Jepang.

Sejumlah federasi mulai menggeber kejuaraan nasional sesuai cabang olahraga. Tak sedikit yang meminta atlet elite untuk tampil.

Salah satunya, angkat besi, yang menggeber kejurnas mulai 25-20 November di Bandung. Pengurus Besar Pusat Persatuan Angkat Berat dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) mengizinkan atlet nasional di level elite turun pada ajang itu.

Padahal, Eko Yuli Irawan dkk tengah menjalani periode pengumpulan poin Olimpiade 2020 Tokyo. Kejurnas bukan ajang di antaranya.




Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Mulyana, terkejut dengan kondisi itu. Dia meminta agar induk cabor olahraga bisa membatasi atletnya turun di kejuaraan yang tak memperebutkan poin olimpiade.

"Kami mengharapkan kepada induk organisasi bisa membatasi atlet elit nasional, apalagi yang sudah meraih medali Asian Games, tidak perlu turun di Kejurnas. Sebab kapan kita akan melakukan pembinaan jika atlet elit yang meraih medali Asian Games turun juga, kasian," kata Mulyana.

Lagipula, menurut Mulyana, Kejurnas bertujuan untuk mencari bibit baru sehingga sudah sepantasnya induk cabor memberi kesempatan itu kepada atlet muda.

"Jadi mohon kepada induk cabor untuk dipikirkan kembali. Boleh partisipasi tapi jangan dihitung medali. Kekhawatiran kami kalau mereka turun (kemudian) cedera, kan jadi masalah? Karena itu (atlet elit) investasi kami," dia menjelaskan.

Selain itu, dosen di Universitas Negeri Jakarta itu, menilai turunnya atlet elit di level bawah ikut mempengaruhi penampilan atlet ke depannya.

"Kalau dari atas turun ke bawah berarti grade-nya enggak benar dong. Dampak lainnnya, jika bicara periodesasi latihan kan ada istilah transisi. Setelah perfom di event Asian Games tentu perfomnya jadi bagus, ya jangan lagi turun ke bawah. Lagipula pasti juara, kasian yang muda. itu harapan," kata Mulyana.




(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed