detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 14 Des 2018 20:05 WIB

Pemerintah Evaluasi Asian Games, Juga Susun Pelatnas Ke SEA Games 2019

Noval Dhwinuari Antony - detikSport
Foto: Agung Pambudhy/detikSport Foto: Agung Pambudhy/detikSport
Jakarta - Pemerintah menggelar evaluasi Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang. Sekaligus meminta agar pelatnas SEA Games 2019 Filipina segera dimulai.

Indonesia menutup Asian Games 2018 dengan finis di urutan keempat. Tak memiliki banyak waktu, Indonesia dan negara Asia Tenggara lain sudah ditunggu SEA Games di Filipina pada akhir November 2019.

Pemerintah berharap tak hanya prestasi yang dikejar, namun juga regenerasi. Makanya, pemerintah berharap atlet junior diberi tempat.

"Tadi dibicarakan bahwa kita melapis ini (atlet) senior dengan junior. Nanti ada event berikutnya SEA Games (Filipina) munculkan (atlet junior) di-back (up) senior. Tapi, kalau event besar seniornya," kata Wapres Jusuf Kalla (JK) usai rapat pelaksanaan Asian Games 2018 di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (14/12/2018).

JK juga meminta agar prestasi Asian Games tak menjadi patokan di SEA Games nanti. Sebab, beberapa keuntungan sebagai tuan rumah tak didapatkan lagi. Termasuk penentuan cabang olahraga. Ya, pencak silat menjadi cabang olahraga yang mendominasi medali emas Indonesia di Asian Games 2018.


"Prestasi di Asian Games tidak bisa dibandingkan dengan prestasi berikutnya. Karena ada dua keuntungannya, ada tuan rumah; semangatnya tinggi, kedua cabornya kita 30 persen kita bisa pilih," ujarnya.

"Tapi bagaimanapun ada suatu level yang telah kita capai dan akan dipertahankan," ujar JK.

Sementara itu, Menpan RB yang juga Chef de Mission (CdM) Asian Games 2018, Syafruddin, mengatakan telah memberi saran kepada KONI dan Kemenpora agar juga menggodok atlet lapis kedua. Menurut Syafruddin, selama ini, Indonesia bertumppu kepada atlet yang itu-itu saja.

"Olimpiade itu, SEA Games itu, Asian Games itu. Contohnya, Eko Yuli; tampil di Olimpiade (dapat) perak, tampil di Asian Games (dapat) emas, tampil di SEA Games (dapat) emas," kata Syafruddin.

Syafruddin pun menyarankan KONI dan Kemenpora segera menggeber pelatnas. Paling lambat mulai Januari 2019. Para atlet junior dan senior mulai dilatih secara bersama dan konsisten.

"10 bulan itu harus training camp, dan training camp-nya intensif, dan juniornya atau layer keduanya itu (ikut) konsisten juga, melapisi seniornya. Di semua event, terutama olahraga Olimpiade, yaitu: atletik, renang, kemudian renang, kemudian cabor-cabor yang olimpiade. Jadi itu harus betul-betuk intensif training camp di dalam maupun di luar (negeri). Supaya memperoleh tempat bergengsi di Sea Games," kata dia.


Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, merespons positif rencana itu. Kemenpora memiliki rencana yang sama.

"Terlalu sering atlet yang berlaga di Olimpiade, Asian Games, Kejuaraan Dunia, Kejuaraan Asia, masih juga turun di SEA Games, masih juga turun di PON, ada juga yang di Porprov, Porkab. Nah, ini kita coba akan menaikkan levelnya nanti," kata Imam ditemui terpisah.

Imam melanjutkan, untuk atlet yang sudah turun dan meraih mendali di Asian Games 2018, maka tidak perlu turun ke level yang lebih rendah seperti SEA Games 2019. Hal ini untuk menumbuhkan jiwa kompetitif di atlet tersebut, serta untuk menumbuhkan rasa percaya diri bagi atlet.

"Regenerasi, itu penting sekali untuk menyiapkan second layernya. Penting sekali dan itu yang saya minta kepada cabor untuk menyiapkan itu. Berarti, dari sisi kompetisi usia dini, pertandingan usia dini, itu jadi hal wajib bagi semua cabor, agar tercipta atlet-atlet pelapis, atlet junior," ujar JK.

(nvl/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com