detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 15 Feb 2019 16:02 WIB

Menang Telak Atas Samator di Malang, Putra BNI 46 Lolos Grand Final

Muhammad Aminudin - detikSport
Jakarta BNI 46 lolos ke grand final Proliga 2019. (dok. Proliga) Jakarta BNI 46 lolos ke grand final Proliga 2019. (dok. Proliga)
Malang - Tim putra Jakarta BNI 46 memastikan lolos ke grand final Proliga 2019. Itu setelah mereka mengalahkan Surabaya Bhayangkara Samator di laga perdana final four siang tadi.

Dalam pertandingan di GOR Ken Arok, Kota Malang, Jumat (15/2/2019), BNI menaklukkan lawannya dengan skor telak 3-0 (25-19, 25-17, 25-18).

Pelatih BNI 46, Samsul Jais, puas dengan pencapaian anak asuhnya. Tapi, dia menyimpan beberapa catatan bagi timnya agar lebih sip di laga grand final.

"Kami nyaris mendikte mereka. Kami menang 3-0 bukan berarti kami yang membunuh mereka. Saya berharap tim ini bermain sesuai dengan instruksi pelatih, jadi saya lebih enak menginstruksikan, termasuk di set kedua dan ketiga," kata Samsul kepada wartawan.


"Dan tidak bisa dipungkiri bahwa performa ditentukan oleh kondisi fisik dan mental. Saya yakin kondisi fisik lawan habis, ini yang menjadi fokus kami," dia menambahkan.

Di dua laga sisa di final four, menghadapi Palembang Bank SumselBabel dan Jakarta Pertamina Energi, BNI akan tampil relaks. mereka mulai mengalihkan fokus ke babak final.

"Kami sekarang akan lebih fokus ke Yogyakarta, dari pada kami ngotot bermain disini dan akhirnya kondisi akan berkurang, jadi akan kami diskusikan dulu. Kita tetap akan melihat kondisional di lapangan, kami akan kondisikan dengan pemain, paling tidak mungkin kami akan kombinasi," ujar Jais.

Sementara itu, Samator, yang baru menuai satu kemenangan pada babak final four, berada dalam posisi terjepit. Sehingga, mau tak mau mereka harus memenangi laga-laga sisa, melawan Pertamina Energi dan Palembang Bank SumselBabel.

Pelatih Bhayangkra Samator, Ibarsjah Djanu Tjahyono, optimsitis timnya bsia melewati periode krusial itu. Ibarsjah harus segera membangkitkan mental timnya.

"Kami mengakui keunggulan dari BNI. Mereka bermain rapi, sedangkan tim kami paling mencolok itu di blok sama di receive. kami memiliki lubang di libero. Lawan lobangnya satu, kami lubangnya lima, dan masalahnya bukan bukan di stamina juga, karena kita juga biasa latihan jam 9," ujar Ibarsjah.

(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed