detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 16 Apr 2019 11:05 WIB

Ada Kualifikasi Olimpiade dan SEA Games, Anggaran Atletik Kok Berkurang?

Mercy Raya - detikSport
Atlet pelatnas atletik berlatih di Stadion Madya, Senayan. (Agung Pambudhy/detikSport) Atlet pelatnas atletik berlatih di Stadion Madya, Senayan. (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) terkejut besaran dana pelatnas 2019 menurun. Padahal, PASI harus mengirimkan Lalu Muhammad Zohrii dkk ke Kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo dan SEA Games 2019 Filipina.

PASI menyodorkan usulan anggaran pelatnas 2019 sebesar Rp 20 miliar. Tapi, pemerintah hanya menyetujui Rp 7,7 miliar. Itu untuk dua hajatan utama tahun ini, SEA Games 2019 Filipina dan kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo.

Dibandingkan anggaran tahun lalu, jumlah itu juga lebih kecil. Pada 2018, PASI mengajukan dana senilai Rp 33, 4 miliar, namun yang disetujui pemerintah Rp 9,9 miliar.

Ironisnya lagi, anggaran itu baru bisa digunakan mulai Mei hingga Desember. Padahal, Zohri dkk telah menjalani serangkaian kejuaraan internasional sejak Februari.

Terdekat, mereka juga tampil di Kejuaraan Asia di Doha, Qatar, 21-24 April. Kejuaraan Asia tersebut sebagai salah satu kualifikasi Kejuaraan Dunia dan kualifikasi Olimpiade.


"Ya, pemerintah itu pasti kan mencari formula karena dana itu terbatas. Jadi kami harus dihormati saja," kata Sekretaris Jenderal PB PASI, Tigor Tanjung, di kawasan Permata Hijau, Selasa (16/4/2019).

"Jadi, kami yang berkreasi sendiri karena didropnya (anggaran) segitu. Kami sedang optimalkan supaya lebih banyak mendukung atletnya. Waktu Asian Games hanya 13 atlet, sekarang kami tidak mau segitu, kami ingin dana sekian bisa lebih banyak mendukung atlet. Akibatnya per atletnya akan lebih kecil," dia menjelaskan.

Padahal, lanjut Tigor, Federasi Atletik Internasional (IAAF) telah membuat kebijakan baru menuju Olimpiade 2020. Setiap atlet akan lolos Olimpiade dengan menggunakan dua jalan, yaitu melalui limit dan skor atau rangking.

Nah, untuk mengumpulkan skor tak hanya harus rutin ikut, tapi kejuaraan yang diikuti harus lah berkualitas tinggi dan jaraknya jauh, seperti Eropa, Amerika Serikat. Dengan kata lain, biaya menuju kejuaraan tersebut cukup besar. Tapi, Kemenpora bergeming.

"Ya (mungkin) pemerintah punya yang lain (yang) harus diurus. Tapi seperti kata Bapak Bob Hasan (Ketum PB PSSI) kami jalani saja," kata Tigor.

Tigor juga tak ingin mengungkap detail berapa kebutuhan PASI untuk mengakomodasi 10 atletnya menuju Doha.

"Banyak lah. Tapi bukan soal itu lah. Yang jelas yang bisa dipakai (dana pemerintah) mulai bulan Mei. Di mana season ini juga banyak agenda-agenda atletik yang sudah menunggu seperti kejuaraan dunia estafet di Jepang, Thailand Open, Taiwan Open, Grand Prix Asia Juni mendatang. Masih banyak lah," ujarnya.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com