detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 26 Jul 2019 17:11 WIB

PPK GBK: Biaya Venue Pelatnas Rp 0, tapi Tak Termasuk Listrik

Mercy Raya - detikSport
Timnas Basket Putra Indonesia berlatih (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK) memastikan venue yang digunakan untuk pelatnas SEA Games dan Olimpiade bebas biaya. Tapi listrik tetap bayar.

Timnas basket putra menjalani latihan perdananya setelah mengikuti uji coba di Taiwan selama hampir dua pekan, pada Kamis (25/7/2019). Seiring dengan itu, Perbasi dan Badan Tim Nasional memindahkan lokasi latihan dari yang sebelumnya di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, kini menggunakan hall basket GBK Arena, Senayan.

Mereka mempertimbangkan jarak tempuh atlet antara tempat mereka menginap di kawasan Permata Hijau dengan lokasi latihan di Senayan lebih efisien daripada ke kawasan Kuningan, Jakarta.



Namun, persoalan muncul lantaran timnas basket tetap dikenakan biaya selama mereka berlatih. Mereka harus membayar listrik Rp 700 ribu tiap dua jam pemakaian.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PPK GBK Winarto menjelaskan jika listrik tidak masuk dalam pembiayaan Rp 0 untuk pelatnas atlet elit. Namun, tidak semua lapangan atau cabor juga menerapkan aturan tersebut.

"Listrik itu tidak semua (venue dan cabor). Contoh sepakbola di lapangan A itu tak masalah, nol rupiah, tapi kalau ada yang pakai peralatan besar-besar yang mengonsumsi listrik ya (bayar) sesuai dengan konsumsinya. Sewanya tetap nol rupiah," kata Winarto kepada detikSport, Jumat (26/7/2019).

"Yang jelas tergantung dari cabornya karena hanya sedikit cabor yang ada additional seperti itu. Kalau dia di lapangan siang hari kan tak ada apa-apa. Kalau malam? Nyala semua, listriknya nyala semua, siapa yang menanggung beban listrik itu? Jadi tidak semua cabor ya. Basket pun tergantung kalau main di lapangan yang tak mengonsumsi listrik, ya tidak dikenakana biaya, Rp 0, kalau pakai listrik ada meterannya tersebut," Winarto menambahkan.



Lagipula, tambah Winarto, setiap venue yang menggunakan listrik sudah dilengkapi dengan fitur untuk membaca berapa daya yang digunakan. Semua watt yang terpakai tercatat dengan baik. Dia memastikan tak akan ada penyelewengan dalam menetapkan biaya listrik.

"Untuk pelatnas basket kami akan cek. Jika seperti itu (Rp 700 ribu) kami perlu cek detail faktanya seperti apa. Artinya, berapa lama latihannya, (pemakaian listriknya) kan ada meterannya. Kalau pun pakai listrik bisa diukur dan itu kan transparan," ujar dia.

Simak Video "Bermain Basket dengan Berbagai Gaya, Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com