detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 20 Agu 2019 17:10 WIB

KONI Pusat Terkejut dengan Wacana PON 2020 Diundur

Mercy Raya - detikSport
Foto: Rengga Sancaya/detikSport Foto: Rengga Sancaya/detikSport
Jakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat terkejut mendengar wacana diundurnya Pekan Olahraga Nasional (PON) 202 Papua. Mereka belum mendapatkan penjelasan dari Panitia Besar (PB) PON.

Gubernur Papua. Lukas Enembe, mengemukakan rencananya untuk menunda pelaksanaan PON di Papua tahun depan. Seharusnya, pesta olahraga Tanah Air itu dilangsungkan 9-21 September.

Tapi, dalam prosesnya Papua terkendala pengadaan peralatan perlombaan dan pertandingan. Harapan untuk menggunakan peralatan bekas Asian Games 2018 Jakarta-Palembang pupus.


Wakil I Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi, Sport Science & Iptek, Diktar KONI, Suwarno, tak menyangka Papua mewacanakan pengunduran PON.

"Saya malah belum tahu. Terakhir yang saya tahu masih sesuai dengan perencanaan (Jadwal awal)," kata Suwarno kepada detikSport, Selasa (20/8/2019).

Suwarno optimistis PB PON Papua bisa segera memenuhi kebutuhan peralatan karena masih ada waktu satu tahun menuju PON.

"Tahun ini tak bisa, kan masih bisa tahun depan. Namun, mestinya begini KONI itu yang mendapat tugas melakukan pengawasan dan pengarahan. Mereka (tuan rumah) mendapatkan SK (Surat Keputusan) dari KONI. Kalau umpamanya ada sesuatu, apakah teknik penyelenggaraan atau kira-kira ada hambatan, mestinya komunikasi dengan KONI," dia menjelaskan.

"Seyogianya koordinasi dengan KONI seperti apa kendalanya. Toh, selama ini kami sudah melakukan pembinaan teknis dan sebagainya," dia menambahkan.

"Yang kedua, calon peserta dari KONI provinsi kan sudah melakukan kegiatan menuju PON. Mereka juga sudah mengirim atlet untuk ikut praPON dan selama ini sedang berjalan, wushu, softball sudah, hari ini ada angkat besi di Bandung, lalu hoki di Jatinangor. Jadi KONI Daerah sudah melakukan pengiriman atlet, dan mereka antisipasi mengenai anggaran menuju PON ke depan. Jadi tidak sederhana untuk kemudian diubah, ini keterkaitannya banyak. Bukan karena 'Wah ini tak bisa, kami ubah, tak seperti itu. Itu menurut saya," ujar Suwarno.

"Tentu kami akan tanya nanti seperti apa dan semestinya tak usah ditanya, tapi laporan kepada kami agar solusinya bisa dicari," kata dia.



Simak Video "Tinjau Stadion Papua Bangkit, Jokowi: Fokus jadi Provinsi Sepakbola dan Atletik"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com