detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 15 Sep 2019 17:23 WIB

Terpikat Sepeda Lipat

Komunitas Jakseli: Karena Gowes Rame-rame Lebih Asyik

Adhi Indra Prasetya - detikSport
Halaman 1 dari 2
Komunitas Jakseli punya 4.000 anggota di Facebook, 200 di antaranya adalah anggota aktif  (Jakseli) Komunitas Jakseli punya 4.000 anggota di Facebook, 200 di antaranya adalah anggota aktif (Jakseli)
Jakarta - Bersepeda adalah hobi yang mengasyikkan. Tapi bisa lebih asyik lagi kalau dilakukan beramai-ramai. Dari sinilah komunitas Jakarta Sepeda Lipat (Jakseli) lahir.

"Awalnya, saya melihat, ada nggak komunitas di Jakarta ini, yang sama-sama semua jenis sepeda lipat, yang kita bisa gowes bareng-bareng. Ternyata saya lihat nggak ada, adanya komunitas yang berdasarkan merk tertentu ya, seperti Brompton, Tern, United, itu ada. Lalu per daerah, itu ada, misalnya daerah Kemayoran. Tapi untuk seluruh Jakarta ini kita belum ada," ujar founder Jakseli, Phang Ardianto, menceritakan terbentuknya Komunitas Jakseli.

Selain itu, Phang menyebut dirinya juga seringkali kesusahan mencari teman untuk bersepeda bersama-sama. Jadwal yang seringkali tidak pas membuat dirinya tak bisa bersepeda dengan rekan-rekannya.

"Saya main sepeda lipat dua tahun sebelum itu, tahun 2015. Karena saya dulu kalau gowes sendirian. Dari Pluit (tempat tinggal Phang), kalau mau gowes suka nggak ada yang bisa, karena perkumpulannya terlalu sedikit. Kalau sekarang mau gowes tinggal ajak di grup, kelar," ujar Phang.



Gowes malam bersama Komunitas Jakarta Sepeda LipatGowes malam bersama Komunitas Jakarta Sepeda Lipat Foto: Instagram @jakartasepedalipat


Berawal dari sejumkah kondisi itu, ia pun bersama teman temannya mencoba membentuk komunitas sepeda, dengan tujuan memudahkan orang untuk mencari rekan bersepeda secara bersama-sama, tanpa melihat lokasi tempat tinggal maupun jenis sepeda.

"Berawal dari situ saya pernah gowes ke daerah Gelora Bung Karno (GBK), saya ketemu teman-teman di situ, mereka bilang memang nggak ada (komunitas seperti yang dimaksud). Ya sudah saya bilang kita bikin saja, supaya nanti kalau grupnya ramai, kapan pun kita mau gowes, kita tinggal ngomong di grup. Siapa tahu ada teman teman yang bisa gowes. Itulah awal berdirinya, akhirnya kita bikin Jakarta Sepeda Lipat, tahun 2017 itu," kenang Phang.

"Ternyata orang-orang yang gowes sendiri kayak saya itu banyak. Cuma dia bingung nyarinya di mana. Komunitas kadang per daerah, belum tentu di daerahnya ada. Jadi karena kesamaan sendiri-sendiri tadi, akhirnya terkumpul orang-orang ini," sambungnya.







Lanjut ke halaman berikutnya.

(din/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com