detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 05 Okt 2019 19:42 WIB

Duet Okto-Kajati DKI Ramaikan Bursa Calon Ketum KOI

Mercy Raya - detikSport
Foto: istimewa Foto: istimewa
Jakarta - Raja Sapta Oktohari mengembalikan formulir pendaftaran kepada Tim Penjaring dan Penyaringan Pemilihan Ketua Umum Komite Olimpiede Indonesia (KOI) 2019-2023. Dia menggandeng Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sebagai wakilnya.

Okto bersama Warih Sadono dan tim suksesnya hadir di Sekretariat KOI pada Sabtu (5/10/2019) sore. Dia diterima langsung oleh tim TPP yang dipimpin Helen de Lima sebagai Sekretaris TPP. Sementara, ketuanya, Erick Thohir berhalangan hadir lantaran ada urusan lain.

Tim Penjaringan dan Penyaringan Pemilihan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2019-2023 pun menerima dan sudah mengecek seluruh persyaratan yang diajukan oleh bakal calon ketum dan waketum KOI, Oktohari dan Warih.


"Tujuan utama saya dan Bapak Warih yang paling utama jika dipercaya sebagai Ketum KOI kami akan berusaha bekerja semaksimal mungkin untuk mengibarkan Merah Putih sebanyak mungkin dan sesering mungkin. Sebab, jabatan ini bukan jabatan keren dan mudah tapi banyak pekerjaan rumah SEA Games Filipina 2019 dan Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020, serta proses Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032) yang ditunggu," kata Okto usai pengembalian formulir.

"Saya memilih Bapak Warih agar bisa mendapatkan pendampingan soal masalah hukum. Sebab, banyak stakeholder yang tersangkut hukum mulai dari KONI Pusat, Menpora, hingga KOI juga pernah mengalami masalah saat sosialisasi Asian Games lalu. Jadi saya tidak ingin kasus tersebut kembali terjadi jika saya menjadi Ketum KOI," Okto menegaskan.

Diusung 54 Suara

Bos Mahkota Promotion itu pun mengklaim diusung oleh 54 suara dari 120 suara. Rinciannya, 30 suara dari cabor Olimpiade (masing-masing mendapat tiga hak suara) dan 24 suara nonolimpiade. Dengan begitu, sisa suara dari cabor tinggal dua cabor dari cabang olimpiade. Saat ini, cabang-cabang olimpiade yang terdaftar di KOI hanya ada 32 cabor.

"Banyaknya dukungan ini menjadi amanah buat saya dan harus dipertanggungjawabkan. Banyak dukungan artinya banyak tanggung jawab yang harus saya kembalikan kepada mereka. Tetapi saya minta juga kepada mereka jangan dukung saya sebagai Ketum saja tetapi dukung sampai selesai," dia menjelaskan.

Sementara itu, TPP yang diwakili Helen Sarita de Lima menunggu calon lain untuk mendaftar. Sebab, pendaftaram masih terbuka hingga 6 Oktober pukul 20.00 WIB.

"Sampai saat ini baru satu formulir yang dikembalikan, dari dua formulir yang sudah keluar. Selain Okto, ada Bapak Oegroseno, yang juga mengambil formulir, ya kita tunggu saja," kata Helen.

"Toh, ini masih ada proses. Kalaupun nanti akhirnya aklamasi itu di Kongres Pemilihan akan kelihatan. Yang jelas di AD/ART tak ada larangan aklamasi," dia menambahkan.





Simak Video "Kemenangan ke-8 Gli Azzurri, Lumat Liechtenstein 5-0"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com