detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 08 Okt 2019 20:28 WIB

Daud Yordan dan Ongen Saknosiwi Bidik Gelar Juara Dunia IBA

Yanu Arifin - detikSport
Daud Yordan akan memperebutkan sabuk juara kelas ringan super IBA pada November mendatang. (Foto: Lamhot Aritonang/detikSport) Daud Yordan akan memperebutkan sabuk juara kelas ringan super IBA pada November mendatang. (Foto: Lamhot Aritonang/detikSport)
Jakarta - Dua petinju Indonesia merintis jalan menuju gelar juara dunia. Daud Yordan dan Ongen Saknosiwi akan memperebutkan gelar juara dunia versi IBA.

Daud akan menghadapi petinju Afrika Selatan, Michael Mokoena, di Batu, Jawa Timur, 17 November mendatang. Duel itu akan memperebutkan sabuk juara dunia tinju kelas ringan super versi IBA atau International Boxing Association.

Mokoena sendiri punya catatan bertanding 15 kali menang dan 4 kalah. Tak ayal, Mokoena bakal menjadi lawan cocok bagi Daud, yang punya rekor bertanding 39 kali menang dan 4 kalah.




Duel Daud vs Mokoena tersaji dalam duel bertajuk "Mahkota Boxing Sunday Vaganza. Mahkota Promotion, selaku promotor, juga akan menampilkan duel antara Ongen menghadapi petinju Filipina Marco Demecillo--yang memperebutkan sabuk juara kelas bulu yang lowong.

Penata tanding internasional dari Mahkota Promotion, Urgyen Rinchen Sim, mengatakan Mokoena dan Demecillo akan menjadi lawan yang tangguh untuk Daud dan Ongen karena keduanya adalah petinju yang bagus.

"Demecillo bahkan memiliki peringkat yang lebih baik daripada Ongen. Tapi, kami yakin Ongen akan mampu mengatasi lawan. Bila menang, Daud akan mencetak sejarah karena menjadi petinju Indonesia pertama yang menjadi juara dunia di tiga kelas berbeda, sementara Ongen menjadi petinju Indonesia yang menjadi juara dunia dengan rekor kurang dari 10 pertarungan," ujar Rinchen, dalam rilis yang diterima detikSport.




Pemilihan IBA sebagai jalur menuju gelar juara dunia bukan tanpa alasan. Meski tidak terlalu terdengar gaungnya, IBA adalah salah satu badan tinju dunia yang cukup bergengsi. IBA pernah mencapai masa keemasan pada era 1990-an, ketika nama-nama besar sempat tercatat sebagai juara dunia IBA seperti Oscar de la Hoya, Joel Casamayor, George Foreman, Roy Jones, Jr., Arturo Gatti, dan Fernando Vargas.

"Pamor IBA memang sempat meredup karena pergantian manajemen. Tapi sekarang mereka mulai kembali ke permukaan, terutama di Benua Amerika dan juga Eropa Timur. Saat ini, mereka bekerja sama dengan salah satu promotor terkenal, MTK Global, yang menaungi antara lain Tyson Fury dan Carl Frampton," jelas Rinchen.

Meski menjajal jalur IBA, Mahkota Promotion tetap menjaga hubungan dengan badan tinju lainnya seperti WBC dan WBO. Pasalnya dalam pertarungan nanti, Daud juga akan memperebutkan gelar juara versi WBO Oriental.

Simak Video "Tinju WBC, Daud Yordan Optimistis Buat Aekkawee KO"
[Gambas:Video 20detik]
(yna/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com