detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 12 Nov 2019 16:25 WIB

Saat Superman Rowing Indonesia La Memo Kembali ke Rumah

Mercy Raya - detikSport
La memo berlatih beban di pelatnas dayung.  (Mercy Raya/detikSport) La memo berlatih beban di pelatnas dayung. (Mercy Raya/detikSport)
Purwakarta - La Memo kembali menjadi bagian pelatnas rowing untuk Kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo setelah sempat vakum. Dia ingin mengulang kesuksesan empat tahun silam.

Hari sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB pada Senin (10/11/2019) saat Memo tengah berlatih bola keseimbangan. Hari ini baru hari kedua Memo sejak dipanggil ke pelatnas oleh Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) di lokasi pelatnas di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Memo tak canggung. Dia sudah hafal betul atmosfer dan lekuk lokasi pelatnas di sana. Sejak umur belasan tahun, Memo sudah menjadi bagian pelatnas rowing. Berderet trofi dan medali telah dikoleksinya dari cabang olahraga itu. Dia atlet dayung Indonesia pertama yang lolos Olimpiade sejak Athena 2004 dengan mewujudkannya di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.

Tapi, rupanya, latihan pertama tak benar-benar mulus bahkan bagi Memo yang kenyang pengalaman di cabang olahraga dayung. Tangan Memo lecet di bagian yang digunakan untuk mengengkol dayung saat menjalani latihan perdana.

Dia sih tak kesakitan, tapi kulit yang terkoyak dan harus terkena air berjam-jam bukanlah perkara yang mudah diterima bagi orang awam. Memo tak sibuk mencari plester pembalut luka itu atau repot mencari obat pengering luka.

Memo menganggapnya sebagai sebuah periode yang harus dilalui dalam berlatih dayung. Lecet-lecet itu dianggapnya sebagai bagian proses agar dia dan atlet rowing lain tak merasakan sakit saat mengakrabi dayung pada latihan pagi dan sore, juga latihan beban di gym sederhana di pelatnas dayung pada siang hari.

Seperti Superman, Memo tak punya rasa sakit di dekat dayung. Tenaganya juga seolah tak habis-habis saat bersama-sama dayung.


"Ini hari kedua. Tangan saja masih melepuh belum kapalan. Tapi, beberapa hari lagi juga sudah mulai terbiasa lagi," kata Memo ketika berbincang-bincang di Jatiluhur, Senin (11/11/2019).

Kembali ke 'Rumah' Setelah Pendidikan di Barak

Memo, yang lahir di Pulau Osi, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, 8 Januari 1995, itu lolos Olimpiade Rio de Janeiro 2016 bersama Dewi Yuliawati. Memo menembus babak final nomor single sculls putra (M1X) Kejuaraan Asia-Oceania di Korea Selatan, April 2016 kemudian terhenti di perempatfinal Olimpiade Rio.

Setelah itu, dia juga menjadi andalan di Asian Games Agustus 2018. Bukan turun di nomor spesialisnya, dia turun di Quadruple Sculls bersama keempat pedayung lainnya. Di pesta olahraga Asia itu, Memo dkk menyumbangkan medali perak. Mereka kalah dari India dan Thailand.

Setelah itu, Memo menepi.

La Memo La Memo (REUTERS/Carlos Barria)


Memo mencoba peruntungan lain. Dia mengikuti pendidikan TNI AL selama hampir 11 bulan di Surabaya sejak Oktober 2018. Dia lulus dengan pangkat Serda.

"Awalnya coba-coba TNI AL karena dapat tawaran dari Bapak Achmad Sutjipto (mantan ketua umum PB PODSI). Dia bertanya, kamu mau masuk apa? Kemudian disuruh daftar, ikut pendidikan militer Oktober 2018. Pada Agustus 2019 saya lulus dan bulan berikutnya mulai berkantor di Markas Komandor Korps Marinir (Mako Komar), Jakarta," Memo menjelaskan.

Memo mengaku bangga dengan prestasinya tersebut. Menurutnya, menjadi TNI adalah cita-citanya sejak kecil.

"Awalnya memang belum terlalu tapi semakin ke sini antusias, karena melihat atlet lain ada yang jadi supir. Jadi melihat masa depannya. Saya juga tak selamanya jadi atlet tapi kontribusi negara bisa lewat TNI AL," katanya.

Selama menjalani rutinitas sebagai pegawai kantoran di Mako Komar, Memo mengaku hampir tak pernah menjalani latihan dayung dan lebih banyak melakukan kegiatan kantor. Tapi dia mengambil perubahan positif dari profesi yang baru ia jalani yakni kedisiplinan.

Dia sempat dipanggil pelatnas di Pangalengan, Jawa Barat, Juli, selama tiga pekan. Setelah itu, kembali menjalani pendidikan dan sempat pulang kampung. Situasi itu pun sempat membuat Memo rindu berat.

"Suka kangen ingin buru-buru dipanggil tapi surat untuk training camp-nya lambat karena saya harus dapat izin juga. Jadi baru Sabtu kemarin gabung lagi setelah Juli lalu," dia menjelaskan.

Kini, setelah kembali bergabung di pelatnas Memo punya misi khusus. Dia ingin lolos kualifikasi Olimpiade sama seperti empat tahun lalu.

Meski dari waktu persiapan tahun ini lebih sempit ketimbang menuju Olimpiade Rio.

"Ya, senang bisa kumpul lagi di sini. Yang dulu itu dari setelah SEA Games Singapura lalu TC ke Belanda satu bulan, lalu kembali Indonesia, setahun lah persiapan," dia menjelaskan.

"Nanti ada kualifikasi Olimpiade di Korea, Maret 2020. Saya harus masuk lima besar untuk bisa lolos. Sebab, final kan diikuti enam negara. Lawan-lawannya hampir sama seperti India, Korea, yang baru dari Iran. Ya, semoga bisa lolos lagi," ujar dia.




Saat Superman Rowing Indonesia La Memo Kembali ke Rumah


Simak Video "Intip Persiapan Rowing Jelang SEA Games 2019 di Filipina"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com