detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 21 Feb 2020 11:57 WIB

Panpel PON Tak Boleh Ulangi Keburukan SEA Games 2019

Mercy Raya - detikSport
logo sea games 2019 PON 2020 tidak boleh mengulangi kesalahan di SEA Games 2019 (dok. 2019seagames.com)
Jakarta -

Persiapan Papua menyambut PON 2020 terus dipantau KONI Pusat. Mereka tak ingin mengulangi kesalahan Filipina sebagai tuan rumah SEA Games 2019.

Filipina meski berhasil menjadi juara umum tapi memiliki catatan buruk dalam hal penyelenggaraan. Hal itu karena, Filipina sejak awal dinilai belum siap menyambut peserta-peserta kontingen negara.

Dimulai dari ruangan yang belum rapi dicat dan menggunakan kursi rapat Rukun Tetangga (RT), hingga bus yang terlambat dan mengakibatkan atlet terlantar di bandara dan hotel.

Kondisi-kondisi itu menjadi catatan KONI untuk Papua belajar sebagai tuan rumah PON. Meski levelnya hanya multiajang olahraga nasional, namun pekan olahraga empat tahunan ini merupakan multievent prestisius bagi setiap provinsi yang menyelenggarakannya.



Nah, agar Papua tak melakukan kejadian serupa Filipina. KONI pun terus memantau kesiapannya.

"Yang krusial memang penjemputan kontingen. Jangan sampai apa yang terjadi di Filipina, yang terlambat itu, terjadi di Papua," kata Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, kepada tim Blak-blakan detikcom di kantornya, Rabu (19/2/2020).

"Maka itu, kemarin bersamaan dengan kunjungan kami, KONI dan Kemenpora dalam Chief de Mission (CdM) meeting pertama itu berkumpul bersama para delegasi dari 34 provinsi untuk membahas terkait kesiapan tuan rumah tersebut. Termasuk apa yang perlu diantisipasi, dan hal itu sudah terkoordinasi semua," lanjutnya.



"Termasuk untuk transportasi di empat kluster, kota Jayapura, kabupaten Jayapura, Marauke, dan Mimika, sudah disiapkan transportasi semaksimal mungkin."

"Dari Kementerian Perhubungan akan dikirim 600 minibus untuk digunakan sebagai shuttle atlet dan penonton. Ini sekaligus memperkuat alat transportasi di daerah."

"Namun, ini statusnya pinjaman. Apakah akan ditarik lagi atau sebagian ditinggal tergantung pemerintah pusat nanti seperti apa," demikian dia.



Simak Video "Blak-blakan Ketua Umum KONI: Ingat KONI, Prestasi Bukan Korupsi"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
d'Mentor
×