detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 21 Jul 2020 15:27 WIB

Olimpiade Remaja 2022 Ditunda, PABSI Cari Bibit Lifter Lagi

Mercy Raya - detikSport
TOKYO, JAPAN - JANUARY 21: The Olympic rings are seen outside the  New National Stadium in Tokyo on January 21, 2020 in Tokyo, Japan. (Photo by Clive Rose/Getty Images) PB Pabbsi mencari bibit baru untuk Olimpiade Remaja 2022. (Foto: Getty Images/Clive Rose)
Jakarta -

Olimpiade Remaja 2022 ditunda. Manajer tim nasional angkat besi Alamsyah Wijaya pun terpaksa mencari bibit-bibit lifter berpotensi yang baru.

Olimpiade Remaja 2022 Dakar dijadwalkan bergulir 22 Oktober sampai 9 November. Kemudian, International Olympic Committee (IOC) memutuskan untuk menundanya hingga 2026. Keputusan diambil dampak krisi kesehatan yang terjadi secara global.

Bagi Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) keputusan tersebut sedikit disayangkan karena pihaknya sudah menyiapkan atlet untuk tampil di kualifikasi ajang tersebut.

"Kami ada beberapa lifter. berpotensi untuk Youth Olympic Games. Prakualifikasinya pada kejuaraan dunia remaja pada tahun sebelumnya. Jika ini mundur ke 2026, ya berarti kami harus cari lagi atletnya," kata Alamsyah kepada detikSport.

PABSI, kata Alamsyah, sejatinya sudah membidik dua atlet U-14 yang diproyeksikan untuk Olimpiade Remaja 2022. Mereka ialah juara Kejuaraan Nasional Angkat Besi 2019 Luluk Diana Tri Wijaya (Jawa Timur) di kelas 45 kg dan Sarah (Jawa Barat) kelas 59 kg.

"Belum pelatnas karena waktu itu sempat saya usulkan untuk masuk pemusatan tapi ditolak. Karena masih terlalu kecil. Tapi saya melihat usia dan prestasi dua atlet ini lumayan bagus di level 14 tahun, nomor dua dan tiga di Indonesia," dia menjelaskan.

"Kalau masalah ada kans medali atau tidak, insya Allah ada. Itu artinya pola pembinaan kita harus usia dini. Kami harus cari bibit. Jika 2026 cari usia yang 16-17 tahun, artinya sekarang belum bisa cari karena muda banget. Nanti mungkin 2022 dicari lagi usia 14 tahun lagi karena memang panjang banget waktunya," ujarnya.

"Di sisi lain, gap antara yang senior dan junior juga semakin jauh. Karena harusnya sudah ada lifter untuk olympic youth, ketunda karena ajangnya mundur. Lalu khawatirnya, karena COVID -19, mereka tidak latihan, jadi gap itu mau enggak mau pasti terjadi," lanjutnya.



Simak Video "Timnas Angkat Besi SEA Games 2019 Siap Raih Emas"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com