detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 07 Okt 2020 17:01 WIB

Ingin Gelar Olimpiade 2032, Indonesia Akan Bangun Lab Anti Doping

Mercy Raya - detikSport
TOKYO, JAPAN - JANUARY 21: The Olympic rings are seen outside the  New National Stadium in Tokyo on January 21, 2020 in Tokyo, Japan. (Photo by Clive Rose/Getty Images) Indonesia akan bangun labolatorium anti doping untuk sambut Olimpiade 2032 (Photo by Clive Rose/Getty Images)
Jakarta -

Kemenpora akan menambah anggaran Lembaga Anti Doping Indonesia tahun depan. Mereka berencana bangun labolatorium menuju calon tuan rumah Olimpiade 2032.

Wacana itu disampaikan Menpora Zainudin Amali dalam rapat virtual bersama Ketua LADI Zaini Khadafi Saragih, beserta jajarannya, dan Presiden World Anti Doping Agency, Witold Banka, pada Rabu (7/10/2020).

Menpora RI menyampaikan komitmen dan dukungannya terhadap keberadaan LADI. Salah satunya dengan meningkatkan rencana anggaran untuk doping Indonesia dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Kami sampaikan bahwa rencana keungan dukungan terhadap LADI meningkat 500 persen pada tahun 2021," kata Amali dalam keterangan resminya tanpa menjelaskan detail jumlah anggaran yang diberikan kepada LADI tahun sebelumnya.

Dari anggaran tersebut, salah satunya dipergunakan untuk peningkatan jumlah tes doping dan pembangunan labolatorium anti doping di Indonesia.

"Pertimbangan utama kami membangun labolatorium anti doping di Indonesia karena selama ini untuk tes doping kita harus mengirim sample tes ke luar negeri dan itu biayanya mahal sehingga berpengaruh terhadap sedikitnya jumlah tes doping di Indonesia," tuturnya.

"Ke depan dengan adanya labolatorium tersebut di Indonesia maka jumlah tes doping akan meningkat signifikan," lanjutnya.

"Komitmen peningkatan jumlah tes doping dan rencana pembanguan labolatorium doping merupakan bagian dari keseriusan kami dalam upaya bidding tuan rumah Olimpiade 2032."

Oleh karenanya kami terus bekerja keras dan berharap semua program WADA dapat dilaksanakan di Indonesia."

Politikus Golkar itu sekaligus mempertegas tidak akan menolerir siapapun yang menggunakan doping demi kepentingan olahraga.

"Kami sangat mendukung program anti doping di Indonesia dan tidak mentolerir kasus doping sekecil apapun, jika ditemukan indikasi maka kami berkomitmen untuk memberikan sanksi berat kepada pihak-pihak yang terlibat," ujarnya.

Presiden baru WADA, Witold Banka, mengapreasiasi pertemuan virtual dengan Menpora RI. Dia memang tengah gencar mengajak berbagai pihak termasuk Pemerintah untuk bersama-sama dan bersinergi dalam mengkampanyekan program anti doping

"Sebagai presiden WADA yang baru saya sangat senang bisa berdialog dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga dan mempererat kerja sama. Hal ini sangat penting bagi kami dan saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah atas kerjasamanya dengan WADA," ungkap Banka.

"Salah satu kunci kami ialah lebih banyak lagi mendorong sektor swasta dan publik dalam meningkatkan kampanye anti doping. Untuk bergabung dengan ide ini dalam solidaritas dan menjalankan tes anti doping dalam kegiatan pengujian. Pertemuan hari ini sangat penting. Saya menantikan kerja sama yang baik dan berharap dapat menghasilkan program terbaik dari kerja sama ini," dia mengharapkan.

(mcy/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com