detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 20 Okt 2020 15:23 WIB

Kata Pramono Anung soal Munaslub PB ISSI Tandingan

Mercy Raya - detikSport
Seskab Pramono Anung di acara pelantikan pamong praja muda. Sekretaris Kabinet Pramono Anung, yang juga Ketua Dewan Penasehat PB ISSI. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Sekretaris Kabinet Pramono Anung, yang juga Ketua Dewan Penasehat PB ISSI, mengomentari adanya Musyawarah Nasional Luar Biasa (munaslub) PB ISSI tandingan. Apa katanya?

Sebelumnya, muncul Munaslub yang digelar Forum Komunikasi Pengurus Provinsi se-Indonesia, pada Sabtu (17/10). Munaslub yang dinahkodai Ahmad Junaedi itu menetapkan Tatang Sulaiman sebagai Ketua Umum baru PB ISSI periode 2020-2024.

Padahal sampai saat ini Raja Sapta Oktohari masih secara sah menjabat sebagai Ketua Umum PB ISSI. Sementara Munaslub versi Oktohari baru akan berlangsung pertengahan Januari 2021. Pandemi Corona yang belum reda serta masih ada beberapa pengprov yang masa jabatannya habis di 2020 membuat Munas baru digelar tahun depan.

Pramono yang mengetahui adanya Munaslub tandingan itu menilai Forum Komunikasi Pengurus Provinsi se-Indonesia tidak sah dan hanya membuat keruh suasana.

"Legitimasi menjadi faktor utama kenapa kegiatan yang diklaim sebagai Munaslub oleh Forum Pengurus Provinsi terlihat sebagai kegiatan yang mengada-ada. Mayoritas perwakilan yang datang dengan mengaku sebagai perwakilan Pengurus Provinsi (Pengprov) tidak memiliki surat mandat yang sah," kata Pramono Anung dalam rilis yang diterima detikSport.

Tak hanya itu, beberapa Pengurus Provinsi dari Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Maluku, Nusa Tenggara Barat yang masa kerjanya sudah berakhir masuk dalam forum tersebut. Begitu pula dengan tiga pengprov lain dari Kalimantan Selatan, Bengkulu dan Banten juga sudah diminta untuk menyelesaikan masalah masa berlaku kepengurusan oleh PB ISSI sebelum bisa kembali aktif berorganisasi. Bahkan, sekelompok orang yang mengatasnamakan mantan atlet balap sepeda itu pernah bermasalah dengan kredibilitas.

"Kegiatan ini juga semakin terasa aneh ketika di berbagai slide materi kegiatan selalu menampilkan foto satu orang secara berulang-ulang, sehingga patut dicurigai orang tersebut berupaya untuk mengambil alih kepemimpinan yang sah selama ini," dia menjelaskan.

Tak hanya itu, forum tersebut mengatakan bahwa ada mosi tidak percaya terhadap kepengurusan PB ISSI di bawah pimpinan Raja Sapta Oktohari. Mereka menilai telah terjadi kekosongan kepemimpinan di PB ISSI selama 11 bulan terakhir. Padahal, selama 11 bulan terakhir masih banyak kegiatan resmi yang dilakukan kepengurusan PB ISSI.

Contohnya, pelatnas balap sepeda yang sampai sekarang masih terus jalan menggunakan anggaran negara. Belum lama juga ada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama PB ISSI terkait bantuan anggaran pelatnas Olimpiade 2020 Tokyo yang ditandatangani langsung Raja Sapta Oktoari pada 20 Februari lalu.

"Kami tidak melihat kekosongan kepemimpinan di PB ISSI. Realnya cabor di koordinasikan dengan KONI Pusat. Pengakuan legalitas itu di KONI, tapi belum ada laporan dari KONI ke kami. PB ISSI saat ini baik-baik saja," ujarnya.

(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com