detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 20 Okt 2020 12:27 WIB

Muncul Munaslub Tandingan, PB ISSI Dualisme Lagi?

Mercy Raya - detikSport
Raja Sapta Oktohari pimpin PB ISSI 2019-2024. Raja Sapta Oktohari yang saat ini masih tercatat sebagai Ketum PB ISSI. (Foto: Mercy Raya / detiksport)
Jakarta -

Untuk mencari Ketum PB ISSI yang baru, terkait tak diperbolehkannya rangkap jabatan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, bikin munaslub perlu dilakukan. Dalam prosesnya, muncul Munaslub tandingan di tubuh federasi balap sepeda itu.

Raja Sapta Oktohari menjadi Ketua Umum KOI dengan membawa jabatan sebelumnya Ketua Umum PB ISSI. Belakangan, rangkap jabatan itu dipersoalkan sehingga diperlukan untuk mencari ketua umum balap sepeda yang baru.

Dalam Rapat Anggota Tahunan awal Maret lalu, KOI menimbang dengan memberikan waktu satu tahun atau sampai pertengahan tahun 2021 untuk mencari sosok pengganti Okto di PB ISSI.

Pada prosesnya, di hari Sabtu (17/10) kemarin justru muncul Forum Komunikasi Pengurus Provinsi se-Indonesia yang menggelar Munaslub. Forum buatan Ahmad Junaedi itu menyampaikan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan PB ISSI di bawah pimpinan Raja Sapta Oktohari.

Forum tersebut juga menyebut telah terjadi kekosongan kepemimpinan di PB ISSI selama 11 bulan terakhir. Sampai akhirnya ada Munaslub tandingan dan menetapkan Tatang Sulaiman sebagai Ketua Umum PB ISSI periode 2020-2024.

Di luar munaslub tandingan itu, sampai saat ini Raja Sapta Oktohari diketahui masih menjabat sebagai Ketua Umum PB ISSI. Munaslub untuk memilih ketua umum baru masa bakti 2020-2024 sendiri rencananya baru akan digelar pertengahan Januari 2021.

Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto mengatakan telah mengetahui adanya kepengurusan balap sepeda tandingan alias dualisme kepengurusan.

"Kami mendengar ada itu (munaslub) dan kami sudah klarifikasi kepada ISSI, beserta Raja Sapta Oktohari. Ini kami netral ya," kata Gatot, kepada pewarta Selasa (20/10/2020).

"Kenyataannya tidak ada kevakuman kepengurusan PB ISSI seperti yang dikeluhkan mereka (Forum Pengprov) meskipun Okto sudah menyatakan akan lengser Juni lalu. Karena saat tandatangan MoU bantuan dana pelatnas juga dihadiri oleh Oktohari sendiri dan selama ini pelatnas juga di bawah programnya," dia menjelaskan.

"Kami juga tidak melihat kekosongan kepemimpinan di PB ISSI. Realnya cabor dikoordinasikan dengan KONI Pusat. Pengakuan legalitas itu di KONI, tapi belum ada laporan dari KONI ke kami. PB ISSI saat ini baik-baik saja."

Keyakinan masih berjalannya kepengurusan PB ISSI juga dipertegas dengan masih berjalannya pengelolaan pelatnas. Hal itu disampaikan, Deputi IV Bidan Pembinaan dan Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Chandra Bhakti.

"Selama ini, pengurus ISSI masih melakoni pengelolaan terhadap pelatnas. Kami sudah lakukan MoU dengan Ketua Umum PB ISSI, belum lama ini kami juga panggil pengurusnua terkait laporan pelatnas. Saat ini kepengurusan ISSI yang resmi dan diakui Kemenpora yang ketuanya Raja Sapta Oktohari," kata Chandra.

Diketahui, PB ISSI pernah mengalami dualisme pada 2015. Rententan masalah di internal ISSI menjadi penyebabnya. Saat itu, Edmound Simorangkir terpilih menjadi Ketua ISSI masa bakti 2012-2016 dengan Munas yang dibuat mendadak.

Sejumlah pengurus provinsi yang tidak puas akhirnya menggelar munaslub di Sidoarjo pada 9 April 2013 sampai terbentuk pengurus ISSI tandingan. ISSI tandingan itu memilih Engkos Sondrah menjadi ketua umum.

Masalah yang berkepanjangan itu membuat KONI Pusat turun tangan dengan membekukan kepengurusan sebelumnya. KONI kemudian membuat Munaslub baru dengan Dody Iswandi, Raja Sapta Oktohari, dan Engkos Sondrah menjadi calon ketua umum yang akan berebut kursi ketum. Akhirnya Raja Sapta Oktohari terpilih menjadi ketua umum periode 2015 -2019.

(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com