detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 29 Okt 2020 15:50 WIB

Tatap Olimpiade, Tim Panjat Tebing Indonesia Harap-harap Cemas

Mercy Raya - detikSport
Tim panjat tebing Indonesia dalam Pelatnas panjat tebing di Bekasi, Oktober 2020. Pelatnas Tim Panjat Tebing Indonesia. (Foto: Dok. Timnas Panjat Tebing Indonesia)
Jakarta -

Kesempatan atlet panjat tebing Indonesia mendapat tiket Olimpiade Tokyo tergantung pada Kejuaraan Asia terakhir. Tapi pelaksanaan ajang itu sendiri masih menunggu kabar dari International Federation of Sport Climbing (IFSC).

Pelatnas panjat tebing saat ini berlangsung di Bekasi dengan diikuti 10 atlet. Perfoma mereka terus digenjot sebagai persiapan mengikuti Kejuaraan Asia Panjat Tebing, yang juga kualifikasi terakhir menuju Olimpiade.

Terkait itu, muncul persoalan karena sampai kini IFSC belum mengumumkan lokasi Kejuaraan Asia Panjat Tebing yang terbaru. Sebelumnya, kejuaraan direncanakan berlangsung di China pada awal Desember 2020. Kemudian diubah lokasinya karena situasi pandemi.

"Sampai hari ini belum ada keputusan dari pihak IFSC. Tapi jika sampai itu (Kejuaraan Asia) gagal dilakukan maka kesempatan kita sudah tidak ada," kata manajer timnas panjat tebing Indonesia, Flrorenciano Hendricus Mutter, kepada detikSport, Kamis (29/10/2020).

Situasi kian berat untuk dilangsungkan karena sesuai peraturan dari IFSC, tiap peserta harus melakukan karantina selama dua pekan, baik sebelum maupun sesudah pertandingan. Hal ini makin bikin situasi jadi harap-harap cemas.

Tim panjat tebing Indonesia dalam Pelatnas panjat tebing di Bekasi, Oktober 2020.Tim panjat tebing Indonesia. Foto: Dok. Timnas Panjat Tebing Indonesia

"Nah, ini kita tidak tahu siapa yang bayar. Tuan rumah maupun peserta semua keberatan dengan salah satu syarat itu. Makanya ada kemungkinan batal digelar. Tapi belum putus," dia membeberkan.

Sedangkan kalau dari perfoma keseluruhan atlet Indonesia, Hendri menilai Merah-Putih punya peluang bersaing. "Kansnya fifty-fifty karena untuk nomor speed (adu cepat) kami sangat yakin. Tapi lombanya kan multiple ada boulder (panjat tebing tanpa pengaman tali) dan lead (panjat tebing dengan belayer) dan itu agak berat untuk kami masuk di lima besar."

Adapun pesaing terbesar tim panjat tebing Indonesia di Asia yaitu Korea, Jepang, dan Iran. Sementara Asia Tenggara bersaing dengan Filipina dan Thailand.

"Jadi bersaingnya cukup ketat. Ya, kami tetap berharap kejuaraan tersebut bisa berlangsung karena jika tidak kuota Olimpiade secara otomatis diberikan kepada Korea," sebutnya.

(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com