detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 03 Nov 2020 20:43 WIB

Cara Angkat Besi Siasati Perbedaan Waktu di Kejuaraan Dunia Online

Mercy Raya - detikSport
Angkat besi Tim angkat besi mencari cara siasati perbedaan waktu di Kejuaraan Dunia Remaja 2020. (Foto: detikFOTO/Grandyos Zafna)
Jakarta -

Tim angkat besi akan tampil di Kejuaraan Dunia Remaja 2020 Peru secara online. Mereka pun mulai beradaptasi dengan waktu di sana.

International Weightlifting Federation (IWF) telah memastikan IWF Youth World Cup tetap berlangsung sesuai agenda di Peru, pada 11-18 November. Hanya pelaksanaannya akan berlangsung secara online atau virtual.

Indonesia sudah menyiapkan empat lifter andalannya, yaitu Najla Khorunnisa (45 kg), Luluk Diana Tri Wijayana (49 kg), Muhammad Faathir (61 kg), dan Rizki Juniansyah (73 kg). Keempatnya akan tampil pukul 15.00 waktu Peru mulai 11 November.

Dirdja Wihardja, pelatih kepala angkat besi nasional, mengatakan timnya terus mempersiapkan diri menjelang pertandingan pekan depan. Dia berfokus pada pengembalian kondisi atlet, terutama adaptasi jam tanding. Diketahui, perbedaan waktu antara Jakarta dengan Peru cukup signifikan yakni 12 jam.

"Atlet mulai kemarin latihan malam. Jadi ditukar gitu jam latihannya. Biasanya, kami berlatih pagi pukul 06.00 atau 07.00 WIB, ditukar menjadi pukul 13.00 sampai 14.30 WIB. Sementara jam latihan sore, digeser ke pukul 23.00 WIB sampai pukul 00.00 atau 01.00 WIB dini hari," ungkap Dirdja dalam perbincangan dengan detikSport, Selasa (3/11/2020).

"Tapi ini sudah masuk masa tapering (pengurangan beban volume latihan) jadi latihan satu jam pun cukup."

Dengan jam latihan yang berubah, maka jam tidur dan bangun lifter juga ikut digeser. "Ya, karena mereka sudah latihan malam, jadi bangunnya juga siang," ujarnya.

Meski begitu, Faathir dkk rileks menghadapi perubahan waktu tersebut. Ia juga menyakini atletnya bisa tampil terbaik pada saat bertanding. "Tinggal bagaimana kita mengatur semua dari pola latihan, makan, dan istirahat agar lifter bisa tetap semangat," katanya.

Menyoal tantangan sinyal internet, Dirdja mengatakan, malam nanti akan ada simulasi kecil dengan pihak penyelenggara Peru.

(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com