detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 08 Des 2020 11:50 WIB

Musornaslub KONI Pusat Tuntas, Hasilkan Sejumlah Putusan

Mercy Raya - detikSport
Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI 2020. Musornaslub KONI Pusat Tuntas, Hasilkan Sejumlah Putusan. (Foto: dok. KONI Pusat)
Jakarta -

Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI 2020 telah rampung digelar. Ada beberapa keputusan yang ditetapkan. Apa saja?

Musornaslub berlangsung secara virtual pada hari Senin (7/12). Pimpinan sidang Soedarmo berada di kantor KONI Pusat, sementara itu peserta hadir yakni KONI Provinsi, Induk Cabor dan fungsional hadir secara daring.

Adapun agenda utama kegiatan tersebut ialah menyempurnakan Anggaran Dasar/Anggaran rumah Tangga (AD/ART) KONI Pusat yang merupakan kelanjutan rapat kerja tahunan KONI 2020 pada Agustus lalu.

"Kita ketahui AD/ART ini harus juga mengikuti perkembangan zaman. Jangan sampai kita menggunakan AD/ART yang lama dengan situasi telah jauh berubah," kata Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, dalam rilis yang diterima detikSport.

"Oleh karenanya saya mengharapkan saudara-saudara sekalian memberikan perhatian dan dukungan yang penuh pada upaya kita menata organisasi kita yang lebih baik," ujarnya.

Menyesuaikan itu, pimpinan sidang Soedarmo dan anggota Musornaslub melakukan beberapa perubahan dalam AD/ART KONI.

Pertama, terkait periode masa bakti kepengurusan organisasi. Tim Pokja mengusulkan agar mewadahi ketua yang telah sukses berbakti selama dua periode untuk kembali berbakti pada periode berikutnya.

Namun begitu, di masa penjaringan untuk pencalonan yang ketiga, ketua tersebut harus didukung oleh 75% anggota organisasi.

"Kedua, tidak dapat rangkap jabatan untuk pimpinan KONI, baik antar KONI dan cabor," kata Soedarmo.

Dia mempertimbangan, setiap pimpinan KONI harus mengurus satu organisasi KONI. Pemimpin di salah satu KONI berbagai tingkat dilarang menjabat sebagai pengurus KONI lainnya di berbagai tingkat dan juga induk cabor.

"Hal tersebut ditetapkan guna menghindari konflik kepentingan," ujarnya.

Tim Pokja AD/ART sempat mengusulkan untuk menghadirkan Dewan Pengawas dan Dewan Kode Etik. Namun karena peserta sidang banyak yang tidak menghendaki usulan tersebut maka keputusannya tetap ditiadakan.

Menutup Musornaslub, Soedarmo berharap penyempurnaan AD/ART kali ini bisa lebih menyesuaikan perkembangan yang ada. "AD/ART lebih fleksibel di mana bisa mengikuti perkembangan olahraga ke depan."

Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI 2020.Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman di Musornaslub KONI 2020. Foto: dok. KONI Pusat

Marciano juga menyampaikan harapannya agar kelak organisasi olahraga memiliki tata kelola dan akuntabilitas yang baik.

"Ke depan saya selalu berharap, baik KONI Pusat, KONI Provinsi maupun induk organisasi cabang olahraga dapat menjadi organisasi yang akuntabilitas keuangannya lebih baik dari organisasi-organisasi lainnya," tambah Marciano.

Dengan adanya tata kelola organisasi yang baik, sebut eks Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini, pembinaan olahraga yang dilakukan juga akan memberikan dampak positif. Terlebih, peningkatan tata kelola organisasi juga telah menjadi amanat dari Presiden Joko Widodo pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2020 pada September lalu.

"Mari kita antar atlet-atlet kita untuk bisa selalu membawa nama baik daerah yang diwakilinya atau pada saat menjadi anggota Tim Nasional, mereka membawa Indonesia di tempat yang terhormat," ujar Marciano.

(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com