Cair! 11 Cabor Dapat Subsidi Rp 28,1 Juta untuk Olimpiade

Mercy Raya - Sport
Rabu, 30 Des 2020 14:17 WIB
Stadion Madya Gelora Bung Karno, selesai direnovasi. Atlet pelatnas atletik pun  kembali menggelar latihan di stadion ini, Selasa (13/03/2018).
11 cabor mendapat bantuan untuk persiapan Olimpiade 2020. (Foto: detikcom/Rengga Sancaya)
Jakarta -

11 cabang olahraga mendapat bantuan dana untuk persiapan Olimpiade 2020 Tokyo. Mereka masing-masing mendapat subsidi 2.000 dolar AS atau setara Rp 28,1 juta.

Bantuan dana ini diberikan oleh Association of National Olympic Committee (ANOC) melalui Komite Olimpiade Indonesia (KOI) terkait penundaan Olimpiade Tokyo.

Multiajang olahraga terbesar sejagat itu semula berlangsung 24 Juli sampai 9 Agustus. Kemudian dimundurkan menjadi 23 Juli sampai 8 Agustus karena pandemi Corona.

Seremoni penyerahan sana tersebut dilakukan secara virtual oleh Sekretaris Jenderal KOI Ferry J. Kono bersama wakilnya, Wijaya M. Noeradi pada Rabu (30/12/2020).

Adapun cabor yang hadir dalam pertemuan virtual ini di antaranya perwakilan dari Persatuan Panahan Indonesia (Perpani), Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI), Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Persaruan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI), Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI), dan Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI).

Induk cabor lainnya yang juga akan menerima bantuan untuk persiapan Olimpiade 2020 ialah atletik, menembak, dan balap sepeda.

Menurut Ferry selain subsidi 2.000 dolar AS, masih ada dana bantuan lainnya yang bisa dimanfaatkan cabor. Tapi induk cabor harus mengajukan proposal kepada Komite Olimpiade Asia (OCA) melalui Komite Olimpiade Indonesia.

"Ada dana sebesar 1,4 juta dolar AS dan itu paling lambat kami terima proposalnya pada akhir Januari. Kami berharap cabor bisa memanfaatkannya dalam usaha menuju Olimpiade Tokyo 2020," ujar Ferry dalam rilis yang diterima detikSport.

Distribusi bantuan dari ANOC ini disambut gembira oleh cabor. Ketua Umum Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI), Arya Subiakto, mengatakan dana ini akan digunakan untuk mengikuti kualifikasi terakhir di El Salvador.

"Bantuan ini sangat berguna untuk mengikuti kualifikasi di El Salvador pada bulan Mei 2021. Uang ini akan kami gunakan untuk mengurus visa dan juga entrance fee. Mungkin tidak cukup untuk membiayai semua itu, tapi sangat membantu," kata Arya.

PSOI mempersiapkan tiga atlet putra dan tiga atlet putri. Mereka adalah Rio Waida, Oney Anwar, Ketut Agus, Dhea Natasha, Kailani Johnson, dan Taina Izquierdo. Saat ini, mereka masih memburu tiket Olimpiade dan kualifikasi di El Salvador akan memperebutkan lima tempat terakhir.

Selancar ombak menyediakan 20 tiket untuk Olimpiade 2020 dan 10 tiket menjadi milik peringkat 10 besar Asosiasi Selancar Ombak Internasional (ISA), sementara lima tiket juga sudah terdistribusi pada babak kualifikasi di Jepang, November lalu.

(mcy/cas)