detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 12 Jan 2021 17:27 WIB

Atlet Panahan Jatim Ini Tetap Giat Latihan Saat Pandemi COVID-19

Suparno - detikSport
Fachrurrozi Manunggal, Gechia Zabiela Manunggal, atlet panahan asal Jatim Atlet Panahan Jatim Ini Tetap Giat Latihan Saat Pandemi COVID-19 (Foto: Suparno/detikcom)
Sidoarjo -

Semangat Fachrurrozi Manunggal (15), atlet panahan Jawa Timur, tak surut di tengah pandemi COVID-19. Sehari-hari ia tetap rutin berlatih delapan jam dan melepaskan anak panah paling sedikit 750 anak panah.

"Saya ini atlet PON Jatim yang paling muda. Saat bergabung latihan dengan seniornya merasa grogi. Maka untuk menghilangkan rasa grogi itu saya terus berlatih dan berlatih," kata Fachrurrozi di sela-sela latihan di rumahnya, Selasa (12/1/2021).

Belum diketahui sampai kapan pandemi berakhir. Nyaris pula tak ada turnamen. Tapi Fachrurrozi, yang baru terjun ke cabang olahraga panahan ini sejak 2018, tidak pernah surut semangatnya.

"Saya semangat berlatih berkat dukungan kedua orang tua. Selain itu adik juga atlet panahan meski belum memiliki prestasi karena itulah membuat saya selalu giat berlatih," tambah Fachrurrozi.

Fachrurrozi Manunggal dan adiknya, Gechia Zabiela Manunggal, merupakan atlet panahan di Sidoarjo Archery Club. Mereka berdua terjun ke cabang panahan mulai tahun 2018. Meski masih tergolong atlet muda Fachrurrozi, sudah memiliki target tersendiri.

Fachrurrozi Manunggal, Gechia Zabiela Manunggal, atlet panahan asal JatimFachrurrozi Manunggal dan Gechia Zabiela Manunggal tetap latihan panahan. Foto: Suparno/detikcom

Itu mengapa selama masa pandemi ia pun terus berlatih, meskipun ini harus ia lakukan di lingkungan rumah. Selain itu ia pun terus menjaga fisik demi menyokong aktivitasnya latihan. Fachrurrozi rajin mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup dan mengatur pola tidur teratur. Ia juga rutin lari pagi dan senam ringan sebelum dan sesudah latihan.

"Dengan menerapkan pola seperti itu kondisi badan tetap bugar, otomatis latihannya tanpa terkendala," terang Fachrurrozi.

Atlet yang pernah meraih dua emas di turnamen Bali open dan di tiga emas di Surabaya open ini bercita-cita ingin menjadi atlet yang memiliki prestasi di tingkat Internasional. Ia menegaskan, panahan bukan sekedar hobi tapi sudah menyatu di hati.

"Karena saya ini masih tergolong anak-anak, sudah menjadi atlet PON Jatim. Saya berkeinginan memiliki prestasi yang lebih baik dan membanggakan kedua orang tua," jelas Fachrurrozi.

Gechia Zabiela Manunggal (14) adik kandang Fachrurrozi mengatakan, dengan prestasi yang berhasil diraih kakaknya dia sangat mendukung, dan berdoa agar kak Fachrurrozi bisa menjadi atlet panahan tingkat nasional. "Semoga kakak memiliki prestasi yang lebih baik, dan membanggakan kedua orang tua," tandas Gechia.

(krs/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com