Sejumlah Atlet Pelatnas Angkat Besi Dikabarkan Terpapar Virus Corona

Mercy Raya - Sport
Minggu, 31 Jan 2021 18:45 WIB
Sejumlah atlet angkat besi Indonesia melakukan latihan di kawasan Rizal Memorial Stadium, Manila, Filipina, Rabu (27/11/2019). Atlet angkat besi yang melakukan latihan kali ini adalah Eko Yuli Irawan (baju hitam), Deni (jersey hitam), Rahmat Erwin Abdullah (tidak pakai baju) dan Lisa Setiawati.
Atltet pelatnas angkat besi ada yang terpapar virus Corona. (Foto: detikcom/Grandyos Zafna)
Jakarta -

Sejumlah atlet pelatnas angkat besi dikabarkan terpapar virus Corona. Hal itu terjadi setelah mereka kembali ke daerahnya di Bandung.

Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, menyampaikan telah menerima laporan terkait kondisi lifter dari Wakil Ketua Umum PB PABSI, Joko Pramono.

"Saya sudah mendengar dan mereka menyampaikannya empat hari lalu. Mereka sudah menjelaskan soal penangannya seperti apa dan terbuka untuk melaporkan kepada kami," kata Gatot kepada detikSport, Minggu (31/1/2021).

Menurut Gatot, atlet yang terpapar merupakan rombongan yang tengah pulang ke daerahnya di Bandung pada akhir tahun lalu. Mereka menggunakan jalan darat. Setibanya di kota tersebut ada antusiasme dari daerah sana.

"Mungkin waktu pas, sampai di satu daerah ada interaksi cukup intens."

Meski begitu, Gatot menegaskan, tak ada maksud untuk menutupi kabar tersebut. Kesibukan dari pihaknya sehingga laporan baru diterima empat hari lalu.

"Kebetulan kemarin saya ada perlu dan mereka kemudian laporan. Jadi bukan setelah sebulan baru lapor, tapi saat itu saya sibuk sekali, jadi jangan sampai kami dianggap menutupi," dia menjelaskan.

"Saat ini statusnya (atlet) sudah ada yang negatif dari jumlah kurang dari 10 orang. Waktu itu yang dilaporkan hanya atlet saja."

Pemerintah, melalui Menpora Zainudin Amali, sempat mewanti-wanti cabor yang menggelar Pelatnas untuk mematuhi protokol kesehatan. Sebab, jika ada satu atlet atau ofisial yang terinfeksi COVID-19, maka pelatnas harus dihentikan.

Lantas bagaimana dengan angkat besi?

"Mereka bisa mempertanggungjawabkan dan menyampaikan cara penanganannya seperti apa. Jika modelnya sama seperti dulu, tentu saja kami akan tinjau ulang," ujarnya.

"Tapi kemudian sistem kamar tak boleh lagi berdua, harus satu orang per kamar. Hal-hal lain juga interaksinya sangat ketat. Jadi tak ada masalah? Ya, karena mereka sudah menjelaskan bahwa mereka betul-betul berusaha menggunakan penanganan yang lain."

"Pokoknya pesannya kepada cabor lain untuk keterbukaannya apa yang dilakukan PABSI itu bisa ditiru. Terbuka saja kepada pemerintah, terbuka kepada media, setelah kejadian harus bisa meyakinkan pemerintah untuk melakukan pola penanganan yang lain yang lebih disiplin. Tanpa mengurangi kualitas Pelatnas," pesan Gatot kepada cabor lainnya.

"Selain itu menjaga kekerabatan, seperti tetap bercanda untuk menghilangkan stres. Namun saatnya disiplin dan jaga jarak serta tetap makai masker, itu tidak ada ampun."

Sementara itu, Kepala bidang Pembinaan Prestasi PABSI, Hadi Wihardja, mengatakan belum mengetahui detail terkait kasus positif COVID-19 atlet pelatnas angkat besi.

"Saya secara detail belum tahu karena kemarin kami yang biasa rutin PSBB dulu. Besok kami ada rapat," kata Hadi, dihubungi terpisah.

"Latihan jalan terus dan ada sistem lah. Kalau sampai mengarah (ada kasus) positif saya belum tahu. Itu anak-anak cuma flu-flulah mungkin kemarin pas cuaca. Itu saja yang saya tahu," tambahnya.



Simak Video "KOI Minta Kompetisi All England Dihentikan!"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)