detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 15 Feb 2021 15:30 WIB

Viral Leni Haini, Eks Atlet Dayung yang Jual Medali buat Anak

Mercy Raya - detikSport
DOHA, QATAR - DECEMBER 05:  Rowers of Indonesia carry their boat ashore after winning a race in the semi-finals of the Mens Four during the 15th Asian Games Doha 2006 at West Bay Lagoon on December 5, 2006 in Doha, Qatar.  (Photo by Andrew Wong/Getty Images) Ilustrasi cabang Dayung. (Foto: Getty Images for DAGOC/Andrew Wong)
Jakarta -

Leni Haini, eks atlet dayung nasional, mendadak viral. Ia disebut akan menjual medali emas demi biaya berobat anaknya, Habibatul Fasia.

Leni merupakan atlet dayung yang sempat berjaya pada masanya. Dia peraih dua medali emas dan satu perak pada SEA Games 1997. Kemudian dua tahun berikutnya, dia kembali meraih emas dan perak di Brunei Darussalam.

Akan tetapi selepas menjadi atlet dayung, kehidupan Leni berubah. Terlebih ketika anaknya, Habibatul, menderita sakit dan membutuhkan perawatan khusus.

Melansir CNN Indonesia, Habibatul dikabarkan mengalami penyakit epidermolysis bullosa yang adalah kelompok penyakit keturunan yang menyebabkan kulit menjadi rapuh dan mudah melepuh.

Atas dasar itu Leni Haini, yang selepas menjadi atlet disebut tidak memiliki penghasilan tetap, membutuhkan biaya yang cukup besar untuk perawatan anaknya.

Ia pun kemudian berencana menjual medali-medali emasnya guna menambah biaya obat-obatan sang anak. Kisah mantan atlet asal Jambi itu lantas viral dan kini jadi perhatian publik.

Mengenai kisah viral Leni Haini, Manajer Pengurus Besar Persatuan Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) Budiman Setiawan membenarkan kondisi anak Leni. Ia mengetahui kondisi eks atlet dayung asal Jambi tersebut sejak 2012.

Namun, Budiman menegaskan pihaknya sama sekali tidak lepas tangan. Justru sebaliknya, masyarakat dayung, KONI Pusat, dan Kemenpora disebutnya telah memberi bantuan sejak 2012, sebelum kondisinya kini viral, buat Leni Haini.

"Saya tak tahu persisnya apa. Setahu saya kurang lebih tahun 2012 itu dia datang ke Jakarta untuk pengobatan anknya. Saat itu bantuan pemerintah sudah optimal, dari KONI langsung dari Pak Tono (Suratman), masyarakat dayung juga sudah membantu," kata Budiman kepada detikSport, Senin (15/2/2021).

"Kemudian untuk obat anaknya itu kalau tidak salah sudah tidak bayar. Cuma waktu itu kan masih di RSCM. Tidak tahu kalau pas balik ke Jambi," ujarnya. "Soal ingin menjual medali emasnya tidak masalah. Tapi yang jelas bantuan pemerintah, masyarakat dayung, KONI saat itu sudah optimal."

Saksikan juga 'Indonesia Bidik Wisata Olahraga Sebagai Sumber Devisa Baru':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com